IHSG masih rawan terkoreksi

Selasa, 06 Mei 2014 - 08:27 WIB
IHSG masih rawan terkoreksi
IHSG masih rawan terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diprediksi masih rawan terkoreksi lantaran penguatan yang terjadi kemarin minim.

Long legged doji di bawah middle bollinger band (MBB). MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih mencoba berbalik naik. Laju IHSG kemarin dapat bertahan di atas kisaran target support 4.828-4.832 dan sempat berada di kisaran target resisten 4.846-4.868, namun tidak mampu bertahan.

“Dengan posisi IHSG tersebut masih rawan untuk terjadinya pelemahan jika sentimen yang ada terutama dari laju bursa saham global tidak mampu bergerak positif,“ kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (6/5/2014).

IHSG pada perdagangan hari kedua pekan ini diperkirakan akan berada pada rentang support 4.827-4.831 dan resisten 4.852-4.874.

Rilis Gross Domestic Product (GDP) Indonesia yang tumbuh 5,21 persen year on year (yoy) di bawah estimasi dan variatifnya laju bursa saham Asia membuat IHSG cenderung bergerak sideways dalam intraday perdagangan di awal pekan.

Padahal di awal perdagangan, laju IHSG sempat positif dan bergerak naik dengan harapan rilis GDP nantinya dapat sesuai dengan estimasi awal. Tetapi, saat BPS merilis data GDP yang kurang sesuai dengan estimasi awal tersebut maka laju kenaikan IHSG mulai berkurang dan sempat kembali melemah meski hingga akhir masih dapat ditutup naik tipis seiring masih adanya nett buy asing dan kembali terapresiasinya rupiah.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.856,34 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.838,07 pada mid sesi 2 dan berakhir di level 4.842,50. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Di samping itu, berita mengenai PT Indonesia Infrastructure yang akan meraih pendanaan untuk proyek-proyek percepatan pembangunan dari pemerintah dapat mengimbangi rilis tersebut.

Rilis non manufacturing PMI China di akhir pekan kemarin yang naik tipis dari sebelumnya dan diikuti dengan rilis data HSBC manufacturing PMI nya yang juga naik tipis membuat laju bursa saham China bergerak variatif cenderung melemah. Pelaku pasar tidak terlalu antusias dengan rilis tersebut karena masih dianggap mengalami kontraksi.

Apalagi dari Australia juga dirilis data-data ekonomi berupa AIG services index dan building permits yang juga tidak terlalu baik, sehingga tidak terlalu memberikan efek positif signifikan meski penurunan yang terjadi hanya tipis.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masuk Zona Merah Lagi,...
Masuk Zona Merah Lagi, IHSG Ditutup Turun ke Level 5.970
IHSG Menguji Support...
IHSG Menguji Support Kuat 5.780, Saatnya Masuk ke Saham Bluechips
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Anjlok 1,76% ke Level 5.833
Bergerak 2 Arah, IHSG...
Bergerak 2 Arah, IHSG Ditutup Naik Tipis ke Level 5.834
Makin Anjlok, IHSG Ditutup...
Makin Anjlok, IHSG Ditutup Turun 1,27% ke Level 5.700
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Naik 22 Poin ke level 5.785
Berita Terkini
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
30 menit yang lalu
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
2 jam yang lalu
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
2 jam yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
4 jam yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved