Agus Marto kembali tahan BI Rate di level 7,5%

Kamis, 08 Mei 2014 - 15:37 WIB
Agus Marto kembali tahan...
Agus Marto kembali tahan BI Rate di level 7,5%
A A A
Sindonews.com - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar hari ini memutuskan kembali untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate tetap berada pada level 7,5 persen.

Gubernur BI Agus D W Martowardojo mengatakan bahwa BI rate tetap di angka 7,5 persen. Tidak terjadi perubahan tentang kenaikan atau penurunan suku bunganya.

"Kami tetapkan, bahwa BI Rate saat ini tetap pada angka 7,5 persen," kata Gubernur BI Aguw Martowardojo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (8/5/2014).

Menurutnya, alasan mempertahan BI Rate pada level 7,5 persen karena terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Karena perlambatan ekonomi di angka 5,1-5,5 persen yang sebelumnya 5,5-5,9 persen, juga karena kebijakan moneter yang sampai saat ini masih ketat. "Sehingga BI Rate statistis di angka 7,5 persen," katanya

RDG BI bulan lalu juga mempertahankan BI Rate pada level 7,5 persen. Bank Sentral juga menetapkan suku bunga Lending Facility dan suku bunga Deposito Facility masing-masing tetap pada level 7,5 persen dan 5,75 persen. Kebijakan tersebut masih konsisten dengan upaya mengarahkan inflasi menuju ke sasaran 4,5 plus minus 1 persen pada 2014 dan 4,0 plus minus 1 persen pada 2015.

Selain itu, juga menurunkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat. Bank Indonesia menilai respon kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan pemerintah dapat mengarahkan penyesuaian ekonomi pada triwulan I/2014 dan April 2014 tetap terkendali.

Hal ini tercermin pada inflasi yang masih berada dalam tren menurun dan defisit transaksi berjalan yang mengecil. Permintaan domestik juga tetap terkelola dengan baik, meskipun pertumbuhan ekonomi pada triwulan I/2014 menurun dan tercatat lebih rendah dari perkiraan akibat kontraksi pada ekspor riil, terutama komoditas pertambangan.

Ke depan, BI terus mencermati berbagai risiko, baik dari global maupun domestik, dan menempuh langkah-langkah antisipatif guna memastikan agar stabilitas ekonomi tetap terjaga. Serta mendukung perbaikan kinerja transaksi berjalan.

Untuk itu, BI akan memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dalam pengendalian inflasi dan defisit transaksi berjalan, serta kebijakan untuk memperkuat struktur perekonomian domestik dan pengelolaan Utang Luar Negeri (ULN), khususnya ULN korporasi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
2 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
3 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
3 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
3 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
4 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved