Pemerintahan SBY Dinilai Lamban Benahi Infrastruktur
Jum'at, 06 Juni 2014 - 12:48 WIB
Pemerintahan SBY Dinilai Lamban Benahi Infrastruktur
A
A
A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, pemerintahan Indonesia di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianggap cukup lamban dalam pembenahan kondisi infrastruktur. Sehingga menghambat kegiatan industri.
"Sebenarnya, di pemerintahan SBY sudah memahami betul mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur. Namun implementasinya masih lamban," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang pengurus Asosiasi Noke Kiroyan di Hotel Amos Cozy, Jakarta, Jumat (6/6/2014).
Menurutnya, masalah yang cukup menghambat pembangunan infrastruktur yakni terbatasnya lahan. Hal tersebut masih menjadi kendala utama dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia.
Dia menilai, lambannya pembangunan infrastruktur tersebut berdampak pada indeks daya saing Indonesia yang masih rendah.
"Kondisi masyarakat paska reformasi telah berubah, maka saya rasa perlu untuk pendekatan baru dalam pembangunan infrastruktur," katanya.
Pihaknya berharap, pemerintahan baru yang akan datang bisa mengatasi dan merealisasikan program infrastrukur yang lebih baik, agar industri tanah air tidak terkendala dalam kegiatannya.
Namun, pihaknya tetap menghargai pembangunan infrastruktur di era SBY. Karena program infrastruktur sudah dimulai sejak pemerintahan SBY.
Infrastruktur yang baik seharusnya dapat merata di seluruh Indonesia dan tidak terbebani oleh masalah lahan yang tidak cukup. Karena Indonesia merupakan pulau sangat luas, sehingga banyak lahan untuk infrastruktur.
"Bagaimana pun juga, sudah ada yang dimulai sejak pemerintahan SBY. Yang memetik manfaat nanti adalah Presiden berikutnya. Padahal sudah dimulai saat ini," tutup Noke.
"Sebenarnya, di pemerintahan SBY sudah memahami betul mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur. Namun implementasinya masih lamban," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang pengurus Asosiasi Noke Kiroyan di Hotel Amos Cozy, Jakarta, Jumat (6/6/2014).
Menurutnya, masalah yang cukup menghambat pembangunan infrastruktur yakni terbatasnya lahan. Hal tersebut masih menjadi kendala utama dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia.
Dia menilai, lambannya pembangunan infrastruktur tersebut berdampak pada indeks daya saing Indonesia yang masih rendah.
"Kondisi masyarakat paska reformasi telah berubah, maka saya rasa perlu untuk pendekatan baru dalam pembangunan infrastruktur," katanya.
Pihaknya berharap, pemerintahan baru yang akan datang bisa mengatasi dan merealisasikan program infrastrukur yang lebih baik, agar industri tanah air tidak terkendala dalam kegiatannya.
Namun, pihaknya tetap menghargai pembangunan infrastruktur di era SBY. Karena program infrastruktur sudah dimulai sejak pemerintahan SBY.
Infrastruktur yang baik seharusnya dapat merata di seluruh Indonesia dan tidak terbebani oleh masalah lahan yang tidak cukup. Karena Indonesia merupakan pulau sangat luas, sehingga banyak lahan untuk infrastruktur.
"Bagaimana pun juga, sudah ada yang dimulai sejak pemerintahan SBY. Yang memetik manfaat nanti adalah Presiden berikutnya. Padahal sudah dimulai saat ini," tutup Noke.
(izz)
Lihat Juga :