Daftar Tunggu PLN di Jateng-DIY 40 Ribu

Jum'at, 06 Juni 2014 - 15:09 WIB
Daftar Tunggu PLN di...
Daftar Tunggu PLN di Jateng-DIY 40 Ribu
A A A
SEMARANG - Sebanyak 40 ribu calon pelanggan rumah tangga dan 2.000 perusahaan di wilayah Jateng dan DIY, belum terlayani pemasangan jaringan listrik baru. Seluruh calon pelanggan masih masuk daftar tunggu.

Plh GM PT PLN Persero Distribusi Jateng dan DIY Andreas Heru mengaku, permintaan pemasangan jaringan baru di Jateng dan DIY cukup tinggi. Hingga saat ini, penambahan pelanggan baru yang sudah direalisasikan sudah mencapai lebih dari 300 ribu, atau 50% dari target tahun ini, yakni 550 ribu pelanggan baru.

Belum bisa direalisasikannya penyambungan jaringan baru kepada pelanggan yang sudah mendaftar, dikarenakan PLN kehabisan anggaran untuk pengadaan material.

"Tahun ini kita dianggarkan Rp350 miliar untuk pemasangan jaringan baru, tetapi baru berjalan beberapa bulan dana sudah habis, bahkan sekarang ini sudah habis kurang lebih Rp500 miliar. Jadi kami masih defisit," katanya, Jumat (6/6/2014).

Dia mengaku, pekan ini pihaknya akan mendapatkan kucuran dana tambahan untuk dialokasikan khusus pada pemasangan jaringan baru. Hanya saja Andreas belum mengetahui secara pasti besaran dana tambahan tersebut.

"Informasinya dalam minggu ini akan ada tambahan dana, tapi kepastiannya kapan kita juga belum tahu. Mudah-mudahan secepatnya, sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lebih lama lagi," imbuhnya.

Andreas mengatakan, berdasarkan arahan dari PLN pusat, dana tambahan tersebut diminta untuk digunakan untuk pengadaan material yang benar-benar urgent dan menjadi kebutuhan utama. "Dana harus digunakan se-efisien mungkin, karena memang terbatas," tambahnya.

Deputi Manager Komunikasi, Humas dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY, Supriyono menambahkan, untuk menekan pengeluaran pada pemasangan jaringan baru, PLN melakukan beberapa langkah. Di antaranya selektif dalam melayani pelanggan baru.

Selektif di sini, kata Supriyono adalah pelanggan yang jaraknya cukup jauh akan dipending dahulu dan diutamakan yang memiliki jarak dekat. Hal ini dilakukan untuk efisiensi pengeluaran.

"Kita punya standar jarak, yakni 20 meter dari tiang listrik, jika lebih misalnya sampai 500 meter, ini kan investasinya terlalu besar maka akan kita pending dulu," jelasnya.

Selektifitas dalam memilih pelanggan baru ini nantinya tidak hanya berlaku untuk rumah tangga tetapi juga perusahaan baik kecil maupun skala besar.

"Kalau perusaahan malah kita lebih selektif, karena untuk pemasangan jaringan baru perusahaan butuh investasi yang lumayan besar," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Berita Terkini
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
11 menit yang lalu
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
1 jam yang lalu
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
2 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
2 jam yang lalu
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Mau Bebas Iuran Tahunan...
Mau Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup? Yuk, Ajukan Kartu Kredit MNC Bank Sekarang
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved