Target Groundbreaking KA Trans Sulawesi Meleset

Senin, 23 Juni 2014 - 20:18 WIB
Target Groundbreaking...
Target Groundbreaking KA Trans Sulawesi Meleset
A A A
MAKASSAR - Keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk segera mencanangkan pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi masih bertepuk sebelah tangan.

Meski Pemprov Sulsel mengklaim sudah siap untuk melakukan groundbreaking jalur moda transportasi massal baru itu, namun Kementerian Perhubungan belum memberikan lampu hijau.

Bahkan, target semula Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang mematok groundbreaking bisa dilakukan sebelum Ramadan, nampaknya sulit terealisasi. Hingga hari ini, belum ada jawaban dari pusat kapan Menteri Perhubungan bisa hadir di Sulsel.

Meski demikian, Syahrul mengklaim perencanaan pembangunan kereta ini masih sesuai schedule. Dia optimis groundbreaking kereta api lintas Makassar-Parepare bisa dilakukan bulan ini.

"Semua masih sesuai agenda. Kita tetap pada rencana semula, groundbreaking bulan ini," kata Syahrul kepada wartawan, Senin (23/6/2014).

Sayangnya, dia belum bisa memastikan apakah pekan ini yang merupakan pekan terakhir Juni bisa dilakukan groundbreaking. Di sisi lain, meski pencanangan jalur kereta api sudah sangat siap, namun kelanjutan tahap pembangunan mega proyek ini masih abu-abu.

"Groundbreaking saja dulu, yang penting ada ikatan dulu. Soal dana, saya yakin banyak investor yang mau menanamkan modalnya," ujarnya.

Usai pencanangan, pengerjaan proyek kereta api ini akan masuk pada pematangan lahan. Namun dia belum mengetahui dari mana anggarannya. Terkait dengan pembiayaan kereta ini kewenangannya bukan berada di gubernur, tapi pemerintah pusat.

"Pembangunan kereta api harus jalan, tidak boleh mandek, makanya harus groundbreaking dulu," tuturnya.

Plt Sekprov Sulsel, Abdul Latief mengaku persiapan di Barru sudah matang dan siap pencanangan pembangunan KA Trans Sulawesi.

"Sambil jalan persiapan (groundbreaking), pembabasan lahan juga tetap dijalan. Tinggal menunggu waktu lowong Pak Menteri," ujar Latief dikonfirmasi terpisah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selamat, Jakarta Terpilih...
Selamat, Jakarta Terpilih sebagai Kota Transportasi Terbaik di Dunia
Kepala UPAS Beberkan...
Kepala UPAS Beberkan Manfaat Menggunakan Transportasi Publik Semenjak Dini
Audiensi Pimpinan DPR...
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Angkutan Bahas Pelindungan Transportasi Online
Kendaraan Tanpa Pengemudi...
Kendaraan Tanpa Pengemudi Jadi Kebutuhan Transportasi Masa Depan
Seaplane: Solusi Mengatasi...
Seaplane: Solusi Mengatasi Keterbatasan Transportasi Darat dan Laut di Indonesia
Pembangunan Perumahan...
Pembangunan Perumahan di RI Disebut Tak Sinkron dengan Layanan Transportasi
Berita Terkini
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
31 menit yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
1 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
1 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
1 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
1 jam yang lalu
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
2 jam yang lalu
Infografis
Miliki Pangkalan Militer...
Miliki Pangkalan Militer NATO, 17 Negara Jadi Target Rudal Oreshnik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved