Tarif Listrik RI Lebih Murah dari Negara Tetangga

Jum'at, 27 Juni 2014 - 11:33 WIB
Tarif Listrik RI Lebih...
Tarif Listrik RI Lebih Murah dari Negara Tetangga
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengklaim kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang akan diberlakukan pada 1 Juli mendatang masih tergolong murah jika dibandingkan negara tetangga.

"Hasil penelitian LPM Universitas Indonesia, tarif enam golongan masih di bawah tarif listrik industri Thailand, Malaysia dan Singapura," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman di kantornya, Jakarta, (Jumat 28/6/2014).

Jarman meyakini, kenaikan TDL tidak memukul daya saing industri karena harganya masih terjangkau. Hal in sesuai dengan rencana awal pemerintah berdasarkan sejumlah kajian yang telah dilakukan konsultan independen dan perguruan tinggi.

"Sesuai roadmap 1 Januari 2015, tapi karena subsidi terus meningkat, kondisi fiskal kurang menggembirakan dimajukan ke 1 Juli 2014," terangnya.

Jarman menuturkan, kenaikan TDL bagi enam golongan ini bertujuan memperbaiki arus kas PT PLN (persero) yang kemudian disepakati pemerintah dan DPR dalam APBN-P 2014.

"Sudah diatur APBN-P 2014 tidak mungkin mundur lagi. Tinggal menunggu Permen akhir bulan ini sudah keluar sebelum 1 Juli," kata dia.

Seperti diketahui, kenaikan TDL dari enam golongan pelanggan PLN bertahap setiap dua bulan mulai 1 Juli-November 2014. Keenam golongan tersebut adalah pelanggan industri non-perusahaan terbuka (I-3), rumah tangga R-2 dengan kapasitas daya terpasang 3.500-5.500 VoltAmpere (VA), rumah tangga R1 dengan daya 2.200 VA, golongan rumah tangga R1 dengan daya terpasang 1.300 VA, golongan P-2 di atas 200 KVA, dan penerangan jalan umum (P-3).

Setiap dua bulan, tarif listrik keenam golongan tersebut akan naik secara bertahap. Golongan pelanggan rumah tangga R-2 dengan daya 3.500-5.500 VA akan mengalami kenaikan tarif rata-rata sebesar 5,7 tiap 2 bulan. Kemudian, pelanggan rumah tangga R1 dengan daya 2.200 VA mendapatkan rata-rata kenaikan tarif sebesar 10,43%.

Adapun pelanggan rumah tangga R1 dengan daya 1.300 VA akan mengalami kenaikan tarif dengan rata-rata 11,36 persen. Sementara itu, golongan pelanggan P-2 di atas 200 KVA akan mendapatkan kenaikan tarif sebesar rata-rata 5,36 persen. Sedangkan golongan pelanggan P-3 mendapatkan kenaikan tarif rata-rata per dua bulan sebesar 10,69%.

Berikut rincian kenaikan bertahap tarif enam kelompok tersebut:

1. Untuk golongan I-3 akan naik menjadi Rp964/kWh. Per 1 September 2014 akan naik lagi menjadi Rp1.075/kWh, dan per 1 November 2014 akan naik menjadi Rp1.200/kWh.

2. Untuk golongan R-2 dengan 3.500 VA hingga 5.500 VA, naik menjadi Rp1.210 per kWh, lalu per 1 September 2014 naik menjadi Rp1.279/kWh, dan per 1 November 2014 menjadi Rp1.352/kWh.

3. Untuk golongan R-1 dengan kapasitas 2.200 VA naik menjadi Rp1.109/kWh. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp1.224/kWh, lalu per 1 November 2014 naik lagi menjadi Rp1.353/kWh.

4. Untuk golongan R-1 dengan kapasitas 1.300 VA naik jadi Rp1.090/kWh. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp1.214/kWh, dan per 1 November 2014 naik lagi menjadi Rp1.352/kWh.

5. Untuk golongan P-3 naik menjadi Rp1.104/kWh. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp1.221/kWh, lalu per 1 November 2014 akan naik lagi menjadi Rp1.352/kWh.

6. Untuk golongan P2 dengan kapasitas lebih dari 200 kVA, naik menjadi Rp1.081/kWh. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp1.139/kWh, lalu per 1 November 2014 naik lagi menjadi Rp1.200/kWh.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Listrik...
Diskon Tarif Listrik Sebabkan Deflasi Januari 2025
Jawaban Bahlil Soal...
Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Penyesuaian Tarif Listrik...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Resmi, Ini Rincian Tarif...
Resmi, Ini Rincian Tarif Listrik Terbaru per Oktober-Desember 2024
10 Negara dengan Tarif...
10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Kabar Baik, Tarif Listrik...
Kabar Baik, Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2025
Berita Terkini
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
5 jam yang lalu
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
6 jam yang lalu
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
6 jam yang lalu
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
7 jam yang lalu
Resmi Beroperasi, Bali...
Resmi Beroperasi, Bali Gapura Marina Siap Tampung 180 Yacht Standar Global
8 jam yang lalu
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
8 jam yang lalu
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved