Acset Dapat Pinjaman dari Danamon Rp250 M
Rabu, 02 Juli 2014 - 15:20 WIB
Acset Dapat Pinjaman dari Danamon Rp250 M
A
A
A
JAKARTA - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mendapatkan total fasilitas pinjaman sebesar Rp250 miliar dari PT Bank Danamon Tbk (BDMN).
Dalam keterangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/7/2014) dijelaskan bahwa perjanjian pinjaman antara kedua pihak telah dilakukan pada awal bulan ini atau 1 Juli 2014.
Adapun, fasilitas pinjaman itu terdiri atas fasilitas term loan (kredit angsuran berjangk/KAB) senilai Rp100 miliar sublimit dengan fasilitas Sight Letter of Credit (L/C) dan/atau Usance Letter of Credit (L/C).
Pinjaman ini memiliki jangka waktu selama 3 tahun terhitung tanggal penarikan pinjaman. Pinjaman ini akan digunakan perseroan untuk pembelian piling dan mesin bor dan/atau alat-alat berat lainnya.
Sementara fasilitas pinjaman berikutnya, yakni Omnibus Trade (kredit berjangka/KB) senilai Rp150 miliar, sublimit dalam bentuk fasilitas working capital, bank garansi dan/atau Standby Letter of Credit (Standby L/C), Sight Letter of Credit (L/C) dan/atau Usance Letter of Credit (L/C).
Adapun jangka waktu pinjaman ini 1 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian. Fasilitas pinjaman ini akan digunakan perusahaan untuk modal kerja.
Perseroan pada tahun ini membidik pendapatan sebesar Rp1,3 triliun atau naik 28,7% dari tahun lalu sebesar Rp1,01 triliun. Sedangkan laba bersih ditargetkan Rp121,5 miliar atau naik 21,5% dari realisasi 2013 sebesar Rp100 miliar.
Dalam keterangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/7/2014) dijelaskan bahwa perjanjian pinjaman antara kedua pihak telah dilakukan pada awal bulan ini atau 1 Juli 2014.
Adapun, fasilitas pinjaman itu terdiri atas fasilitas term loan (kredit angsuran berjangk/KAB) senilai Rp100 miliar sublimit dengan fasilitas Sight Letter of Credit (L/C) dan/atau Usance Letter of Credit (L/C).
Pinjaman ini memiliki jangka waktu selama 3 tahun terhitung tanggal penarikan pinjaman. Pinjaman ini akan digunakan perseroan untuk pembelian piling dan mesin bor dan/atau alat-alat berat lainnya.
Sementara fasilitas pinjaman berikutnya, yakni Omnibus Trade (kredit berjangka/KB) senilai Rp150 miliar, sublimit dalam bentuk fasilitas working capital, bank garansi dan/atau Standby Letter of Credit (Standby L/C), Sight Letter of Credit (L/C) dan/atau Usance Letter of Credit (L/C).
Adapun jangka waktu pinjaman ini 1 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian. Fasilitas pinjaman ini akan digunakan perusahaan untuk modal kerja.
Perseroan pada tahun ini membidik pendapatan sebesar Rp1,3 triliun atau naik 28,7% dari tahun lalu sebesar Rp1,01 triliun. Sedangkan laba bersih ditargetkan Rp121,5 miliar atau naik 21,5% dari realisasi 2013 sebesar Rp100 miliar.
(rna)