Harga Emas Antam Stagnan

Kamis, 17 Juli 2014 - 09:40 WIB
Harga Emas Antam Stagnan
Harga Emas Antam Stagnan
A A A
JAKARTA - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini stagnan setelah kemarin turun Rp2.000 per gram.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Kamis (17/7/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram dibanderol tetap pada harga Rp531.000 per gram. Harga beli kembali (buyback) emas perseroan juga bertahan di harga Rp476.000 per gram.

Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.022.000, dengan harga per gram Rp511.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.515.000 dengan harga Rp505.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.008.000 dengan harga per gram Rp502.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.510.000 dengan harga per gram dihargai Rp502.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.970.000, dengan harga per gram Rp497.000.

Harga emas 25 gram Rp12.350.000 dengan harga per gram Rp494.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.650.000, dengan harga per gram Rp493.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp49.350.000, dengan harga per gram Rp494.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp123.000.000, dengan harga per gram Rp492.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp245.800.000, dengan harga per gram Rp491.600.

Sementara harga emas global bertahan di atas harga terendah tiga pekan di tengah tanda-tanda meningkatnya permintaan di China dan India, yang merupakan dua konsumen terbesar di dunia.

Impor emas oleh India melonjak 65% menjadi USD3,12 miliar pada bulan Juni dibanding tahun sebelumnya USD1,89 miliar setelah bank sentral mengizinkan lebih banyak bank dan pedagang untuk membeli logam mulia di luar negeri.

Di China, volume untuk kontrak patokan di Shanghai naik untuk hari kedua ke level tertinggi satu pekan dari 13.421 kilogram. China melampaui India tahun lalu sebagai konsumen terbesar.

"Penurunan di bawah USD1300 telah menghasilkan beberapa minat beli, terutama dari pengguna fisik. Emas selalu terimbas sentimen The Fed dan data ekonomi AS," kata analis GF Futures Co Zhu Siquan seperti dilansir Bloombreg, Kamis (17/7/2014).

Logam mulia untuk pengiriman segera berada di harga USD1.301,86 per ons pada pukul 09.46 pagi di Singapura dari sebelumnya USD1.299,21. Logam ini telah jatuh ke USD1,292.26 pada 15 Juli dan menjadi yang terendah sejak 19 Juni karena investor menilai memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunganya seiring rencana mengakhiri program stimulusnya.

Emas di Comex New York untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada USD1.302,10 per ons dari sebelumnya USD1.299,80. kepemilikan aset di SPDR Gold Trust turun menjadi 806,03 metrik ton, kemarin dan menjadi penurunan pertama dalam sepekan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved