Pertamina Diminta Sediakan Pertamax di Daerah Terpencil

Jum'at, 18 Juli 2014 - 15:02 WIB
Pertamina Diminta Sediakan...
Pertamina Diminta Sediakan Pertamax di Daerah Terpencil
A A A
JAKARTA - Pemerintah menginstruksikan kepada PT Pertamina (Persero) untuk menyediakan produk bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di beberapa titik daerah terpencil yang sulit dijangkau masyarakat dalam mengisi bahan bakar.

Dirjen Migas, Kementerian ESDM Edy Hermantoro menuturkan, instruksi ini sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat saat mudik Lebaran di 2014.

"Nanti Pertamina sediakan BBM tapi yang non subsidi dalam bentuk kemasan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau masyarakat," ujar Edy di kantor Kementerian ESDM, Jumat (18/7/2014).

Edy menerangkan, ketersediaan produk BBM non-subsidi kemasan tersebut bukan berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang telah ada. Pihaknya mendorong Pertamina menaruh kantung-kantung penyedia BBM nonsubsidi khusus di beberapa titik pada sejumlah daerah.

"Jadi bukan di SPBU. Di titik-titik yang mungkin jarang SPBU agar masyarakat bisa mengisi bahan bakar dengan membeli kemudian tinggal dituang ke kendaraannya," ucapnya.

Edy mengakui, ketersediaan pasokan BBM dalam menghadapi mudik Lebaran tahun ini terus menjadi perhatian pemerintah. Dia menjamin pasokan BBM terus tersedia bagi masyarakat.

Meski demikian, pihaknya berupaya agar penggunaan BBM bersubsidi bisa ditekan dalam menghadapi mudik Lebaran di 2014. Sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014, kuota BBM bersubsidi telah terpangkas dari 48 juta kiloliter (kl) menjadi 46 juta kl.

Pertamina sebelumnya memberi estimasi, pemakaian BBM dan elpiji pada masa puasa dan Lebaran naik dengan besaran masing-masing premium naik 5,1% dari rata-rata harian normal 80.155 kl menjadi 84.242 kl, Avtur naik 7,2% dari rata-rata harian normal 10.619 kl menjadi 11.536 KL dan elpiji naik 6.4% dari rata-rata harian normal 19.057 metrik ton (MT) menjadi 20.278 mt.

Adapun solar turun 16.9% dari rata-rata harian normal 43.057 kl menjadi 36.151 kl. Pertamina terus menjaga stok BBM dan elpiji Nasional dalam kondisi aman selama arus mudik dan balik Idul Fitri dengan rata-rata stok premium 17,6 hari, solar 20,7 hari, Avtur 27,6 hari, Pertamax 53 hari, Pertamax Plus 37,6 hari, dan elpiji 17,1 hari.

Estimasi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-1 dengan konsumsi premium 109.279 kl (meningkat 36% dari rata-rata konsumsi normal) dan puncak arus balik pada H+5 dengan konsumsi premium 105.063 kl (meningkat 31% dari rata-rata konsumsi normal).
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
8 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
42 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved