CT: Pembatasan BBM Bersubsidi Tak Pengaruhi Inflasi

Senin, 04 Agustus 2014 - 16:05 WIB
CT: Pembatasan BBM Bersubsidi...
CT: Pembatasan BBM Bersubsidi Tak Pengaruhi Inflasi
A A A
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) telah mengeluarkan surat edaran mengenai pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal ini agar kuota BBM bersubsidi sebesar 46 Juta Kiloliter (kl) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 tidak jebol.

Dalam surat edarannya, BPH Migas mengatakan bahwa bahan bakar solar bersubisidi mulai 1 Agustus 2014 kemarin dilarang diperjualbelikan di daerah Jakarta Pusat. Selain itu, mulai 6 Agustus 2014 mendatang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di rest area jalur tol dilarang menjual BBM jenis premium.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Chairul Tandjung menuturkan, pembatasan BBM bersubsidi tersebut tidak akan mempengaruhi kenaikan angka inflasi serta kenaikan harga barang lainnya. Sebab yang dilakukan adalah pembatasan, bukan menaikkan harga BBM.

"Enggak (pengaruhi inflasi) karena harga BBM enggak dinaikkan. Saya heran sama media yang memberitakan kalau akan ada kenaikan harga pasca pembatasan BBM bersubsidi ini. Yang ada adalah pengalihan pembelian BBM," ucap dia di Kantor Kemenko Jakarta, Senin (4/8/2014).

Menurutnya, pembatasan tersebut hanya akan menghemat 2 juta kl kuota BBM dan hal itu masih kecil sekali untuk mempengaruhi inflasi. Pembatasan yang diambil oleh Pertamina dan BPH Migas ini hanya untuk mengamankan APBN, yang dengan itu akan mengubah mekanisme pasar dengan sendirinya.

"Diambil langkah pertama Jakarta Pusat enggak jual BBM bersubsidi. Itu akan terjadi mekanisme pasar sendiri. Yang mau beli BBM subsidi ya enggak beli di Jakarta Pusat, tetapi beli di daerah lain. Begitu juga yang di jalan tol ya beli BBM sebelum masuk jalan tol. Begitu juga yang jam enam ya belinya siang. Yang terpaksa aja yang beli malam, jadi kuota tetap bisa terpenuhi," tandas CT.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
11 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved