PLN-Pertamina Akan Diskusikan Harga Jual Solar

Kamis, 07 Agustus 2014 - 10:24 WIB
PLN-Pertamina Akan Diskusikan...
PLN-Pertamina Akan Diskusikan Harga Jual Solar
A A A
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pertamina akan mendiskusikan masalah harga jual solar yang dianggap tidak sesuai dengan harga keekonomian.

Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji mengatakan, dalam diskusi antara PLN dan Pertamina tersebut akan ditengahi oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), yang diwakilkan oleh Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo dan Direktur Jendera Ketenagalistrikan Jarman.

"Setelah ini, kita rapat dengan pak Susilo, direksi Pertamina, direksi PLN sama Dirjen listrik," kata Nur saat menghadiri acara halalbihalal di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Ketika disingung alasan ketidakcocokan harga jual solar, yang menjadi permasalahan kedua perusahaan plat merah tersebut. Nur enggan menyebutkan. "Makannya siang ini kita selesaikan," ujar dia.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengaku menanggung kerugian sebesar USD45 juta selama semester I/2014 karena menjual solar ke PLN di bawah harga keekonomian.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya mengatakan, Pertamina dan PLN melakukan jual beli solar dengan skema business to business. Masing-masing direktur utama kedua perusahaan pun sudah melakukan pembicaraan tentang harga jual solar.

"PLN ini kan B to B. Harus bersepakat harga jualnya. Tahun lalu, Dirut PLN dan Dirut Pertamina sudah bertemu untuk bicarakan harga jual BBM karena harga sebelumnya Pertamina rugi," kata Hanung.

Dalam penentuan harga jual solar, PLN mengusulkan dihitung oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Pertamina sepakat atas usulan tersebut.

"Kemudian Dirut PLN usulkan cari second opinion, yakni BPKP. Kami sepakat. Dirut PLN tulis surat ke BPKP minta hitungan beliau pada harga berapa yang layak antara pertamina dan PLN," tutur Hanung.

Namun menurut Hanung, PLN mengingkari harga yang telah ditetapkan BPKP. Kedua perusahaan tersebut pun melakukan negosiasi, namun tak menemukan jalan keluar. Dalam kontrak yang ada, ada klausul jika kontrak baru belum bisa disepakati maka gunakan volume tahun lalu, 50% menggunakan formula harga kontrak yang lama.

Klausul tersebut sudah habis masa berlakukan sampai 24 Juni lalu, sehingga setelah tanggal tersebut seharusnya Pertamina menjual dengan harga solar keekonomian.

"BPKP Keluarkan rekomendasi, PLN mengingkari. Esensinya itu. Kita terkejut juga. Sudah bersepakat kok diingkari. Terus berjalan negosiasi harga tidak tercapai. Seharusnya mulai itu, kita menjual harga keekonomian," ungkapnya.

Karena mempertimbangkan puasa dan lebaran keputusan tersebut ditunda Pertamina. Namun karena Pertamina sudah menelan kerugian USD45 juta atas penjualan solar yang tak sesuai dengan harga keekonomian selama semester I/2014, Pertamina akan menjual solar dengan harga keekonomian kepada PLN mulai pekan ini untuk wilayah tertentu.

"Satu semester kami sudah rugi USD45 juta. Tidak boleh dong rugi, sehingga keluarkan kebijakan pekan ini lakukan penjualan BBM harga keekonomian di wilayah tertentu. Kami mulai dari Medan, lakukan bertahap," papar Hanung.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mulai 1 Februari 2023,...
Mulai 1 Februari 2023, Harga 2 Jenis BBM Pertamina Resmi Naik
Pertamina Melakukan...
Pertamina Melakukan Penyesuaian Harga BBM, Cek Daftarnya
Resmi Turun! Ini Daftar...
Resmi Turun! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Jenis Pertamax
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Lagi Mulai 1 Maret 2023
Harga BBM Tak Turun-Turun,...
Harga BBM Tak Turun-Turun, Ini Alasan Pertamina
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved