Minyak Brent Turun karena Serangan AS ke Irak

Senin, 11 Agustus 2014 - 09:55 WIB
Minyak Brent Turun karena...
Minyak Brent Turun karena Serangan AS ke Irak
A A A
SEOUL - Harga minyak mentah brent diperdagangkan mendekati harga penutupan terendah dalam sembilan bulan dipicu spekulasi bahwa serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap kelompok militan di Irak untuk melindungi pasokan minyak di negara produsen minyak terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik untuk hari ketiga.

Kontrak berjangka sedikit berubah di London setelah terkoreksi 0,4% pada 8 Agustus setelah pesawat AS menyerang kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Serangan ini untuk mencegah pembantaian etnis dan agama minoritas di Irak Utara serta melindungi personil Amerika. Sementara Presiden AS Barack Obama mendesak para pemimpin Irak untuk membentuk pemerintahan baru yang lebih inklusif.

"Ada spekulasi bahwa serangan udara AS dapat mempertahankan militan Islam tetap di bawah kontrol. Melihat konflik masa lalu di Irak, ketegangan geopolitik ini cenderung memberikan dukungan sementara terhadap harga minyak, tapi setelah sekitar satu bulan, harga akan stabil," kata analis di Samsung Futures Inc Hong Ki Sung seperti dilansir Bloomberg, Senin (11/8/2014).

Harga minyak brent di ICE Futures Europe, London untuk pengiriman September turun 0,3% menjadi USD104,68 dan naik 10 sen menjadi USD105,13 per barel pada pukul 10.59 siang waktu Seoul. Brent ditutup pada harga USD104,59 pada 6 Agustus, dan menjadi level terendah sejak November 2013. Harga telah turun 5,1% sepanjang tahun ini.

Sementara harga minyak mentah WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman September naik 38 sen ke USD98,03 per barel. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sebesar 36% di atas rata-rata 100 hari. Premi minyak mentah patokan AS ini terhadap brent diperdagangkan sebesar USD7,13, turun dibandingkan pada 8 Agustus sebesar USD7,37.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
6 menit yang lalu
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
1 jam yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
2 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
2 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
3 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
3 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved