Dahlan Minta Pemerintahan Baru Tak Intervensi BUMN
Minggu, 17 Agustus 2014 - 14:29 WIB
Dahlan Minta Pemerintahan Baru Tak Intervensi BUMN
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berpesan kepada pemerintah di jajaran kabinet selanjutnya untuk tidak mengintervensi kinerja perusahaan BUMN yang sudah ada.
Karena Dahlan memiliki impian agar semua perusahaan BUMN bisa bekerja dengan sangat baik, sesuai jalurnya dan tanpa adanya campur tangan kepentingan apapun dari pemerintah.
"Pemerintahan yang akan datang saya mengharapkan ini tetap harus komitmen untuk tidak mudah mengintervensi BUMN Indonesia," ujar Dahlan di kantor Kementerian BUMN, Minggu (17/8/2014).
Dahlan menilai dengan berlakunya prinsip-prinsip korporasi, kemerdekaan untuk perusahaan BUMN bisa sepenuhnya dapat tercapai. Tapi jika masih banyak intervensi dan campur tangan kekuasaan, serta belum dilaksanakan UU PT secara konsekuen, menurut dia perusahaan BUMN belum terlalu merdeka.
"Tapi sekarang, yang saya lihat dan rasakan selama 2,5 tahun jadi menteri BUMN intervensi-intervensi relatif hampir tidak ada, hampir tidak terlihat," ujarnya.
Penolakan intervensi kepada BUMN menurut pandangan Dahlan, dari skala 1 sampai 10, berada di tingkat 8,5. Menurutnya, jika angkanya sampai 10 rasanya menjadi hal yang mustahil, namun jika bisa naik ke angka 9, itu sudah hal yang bagus.
"Biarlah profesionalisme para profesional di perusahaan BUMN bisa tetap berjalan," jelas Dahlan.
Karena Dahlan memiliki impian agar semua perusahaan BUMN bisa bekerja dengan sangat baik, sesuai jalurnya dan tanpa adanya campur tangan kepentingan apapun dari pemerintah.
"Pemerintahan yang akan datang saya mengharapkan ini tetap harus komitmen untuk tidak mudah mengintervensi BUMN Indonesia," ujar Dahlan di kantor Kementerian BUMN, Minggu (17/8/2014).
Dahlan menilai dengan berlakunya prinsip-prinsip korporasi, kemerdekaan untuk perusahaan BUMN bisa sepenuhnya dapat tercapai. Tapi jika masih banyak intervensi dan campur tangan kekuasaan, serta belum dilaksanakan UU PT secara konsekuen, menurut dia perusahaan BUMN belum terlalu merdeka.
"Tapi sekarang, yang saya lihat dan rasakan selama 2,5 tahun jadi menteri BUMN intervensi-intervensi relatif hampir tidak ada, hampir tidak terlihat," ujarnya.
Penolakan intervensi kepada BUMN menurut pandangan Dahlan, dari skala 1 sampai 10, berada di tingkat 8,5. Menurutnya, jika angkanya sampai 10 rasanya menjadi hal yang mustahil, namun jika bisa naik ke angka 9, itu sudah hal yang bagus.
"Biarlah profesionalisme para profesional di perusahaan BUMN bisa tetap berjalan," jelas Dahlan.
(gpr)
Lihat Juga :