Tiga Tantangan Perbankan Menurut Dirut Bank Mandiri

Senin, 18 Agustus 2014 - 14:06 WIB
Tiga Tantangan Perbankan...
Tiga Tantangan Perbankan Menurut Dirut Bank Mandiri
A A A
JAKARTA - Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, perbankan untuk kedepannya memiliki tantangan yang cukup berat yakni soal likuiditas, modal dan regulasi.

Menurutnya, ketiga tantangan ini dibuktikan dengan likuditas perbankan 10-15 tahun yang lalu, akan sangat berbeda dengan 10-15 tahun kedepan.

"Untuk perbankan, likuditasnya kalau cashflow itu sulit, dengan kata lain, likuiditasnya susah. Nah, perbankan pada era sekarang hidupnya sulit karena sistem likuditasnya melemah. Kemudian, jika satu bank besar ada yang mengalami likuiditas, tentu akan membuat sulit bank-bank yang lainnya," jelas Budi dalam acara workshop bertajuk "Economic Outlook Pasca Pemilu 2014", di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (18/8/2014).

Oleh sebab itu, pihaknya sangat menjaga agar cashflow Bank Mandiri ada dalam posisi di angka 85-90%. Sedangkan, kedua pasang capres dan cawapres yang lalu menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 7% bahkan 10%.

"Kredit harus tumbuh 150%, kalau ingin tumbuh di kisaran angka segitu. Nah, untuk dananya, sekarang nominal kredit kan masih Rp3.300 triliun. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuhnya 9% hingga 11%, ya mana bisa," jelasnya.

Dari jumlah penduduk di Indonesia yang jumlahnya 240 juta hanya ada 50 juta yang memiliki rekening di bank. Budi mengakui likuiditas di luar bank masih besar yakni sekitar Rp500 triliun hingga Rp600 triliun.

"Yang nabung di bank baru 30% dari GDP. Karena kekayaan Indonesia tidak masuk ke perbankan Indonesia tapi ke asing," ujarnya.

Karenanya, dia berharap pemerintah saat ini bisa membuat program yang bisa menarik penabung baru. Seperti saat masa pemerintahan Soeharto dengan adanya tabungan nasional (tabanas), yang menurutnya mampu menarik rekening baru secada masif.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved