Menkeu Belum Terima Surat Terkait Investasi Samsung
Senin, 18 Agustus 2014 - 20:03 WIB
Menkeu Belum Terima Surat Terkait Investasi Samsung
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan sampai saat ini dirinya merasa belum menerima surat soal Samsung akan membawa produksi ponselnya di Indonesia.
Pasalnya, perusahaan gadget asal negeri ginseng tersebut menginginkan adanya fiskal insetif. Namun, biasanya diproses terlebih dahulu melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Belum sampai ke saya. Mungkin ke pak Mahendra dulu karena biasanya jalurnya dari perindustrian ke BKPM, kemudian baru ke saya. Nanti kalau sudah lewat pak Mahendra, mungkin saya bisa terima," ujar Chatib di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Dirinya menjelaskan, setelah dari BKPM, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) mempelajari kebijakan fiskal insetif yang diminta oleh Samsung kepada Indonesia
"Ke keuangan baru ke komisi verifikasi baru ke BKF kalau dipelajari setuju baru ke presiden. Belum sampai ke saya," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala BKPM Mahendra Siregar mengatakan, tahun ini Samsung akan memproduksi ponselnya di Indonesia. Akan tetapi, dia menggarisbawahi, Samsung tidak akan membangun pabrik baru dan hanya memanfaatkan lokasi yang sudah ada.
Pasalnya, perusahaan gadget asal negeri ginseng tersebut menginginkan adanya fiskal insetif. Namun, biasanya diproses terlebih dahulu melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Belum sampai ke saya. Mungkin ke pak Mahendra dulu karena biasanya jalurnya dari perindustrian ke BKPM, kemudian baru ke saya. Nanti kalau sudah lewat pak Mahendra, mungkin saya bisa terima," ujar Chatib di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Dirinya menjelaskan, setelah dari BKPM, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) mempelajari kebijakan fiskal insetif yang diminta oleh Samsung kepada Indonesia
"Ke keuangan baru ke komisi verifikasi baru ke BKF kalau dipelajari setuju baru ke presiden. Belum sampai ke saya," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala BKPM Mahendra Siregar mengatakan, tahun ini Samsung akan memproduksi ponselnya di Indonesia. Akan tetapi, dia menggarisbawahi, Samsung tidak akan membangun pabrik baru dan hanya memanfaatkan lokasi yang sudah ada.
(gpr)
Lihat Juga :