Pertamina Akan Kembali Naikkan Elpiji 12 Kg Awal 2015
Rabu, 10 September 2014 - 13:01 WIB
Pertamina Akan Kembali Naikkan Elpiji 12 Kg Awal 2015
A
A
A
JAKARTA - Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya mengatakan, pihaknya akan kembali menaikkan harga elpiji 12 kg pada Januari 2015.
Dia kembali menyampaikan roadmap penyesuaian harga elpiji 12 kg secara berkala dalam rapat koordinasi dengan Menko Perekonomian.
Hanung menjelaskan bahwa kenaikan harga dapat dilakukan secara otomatis enam bulan hingga mencapai harga keekonomian pada 2016. (Baca: Elpiji 12 Kg Resmi Naik Jadi Rp114 Ribu/Tabung).
"Karena ini perintah pemerintah, maka tidak diajukan langsung sampai ke harga keekonomian. Kalau ini dinaikkan setiap enam bulan, pada Januari 2016 sudah berada pada harga keekonomian," jelasnya di Jakarta, Rabu (10/9/2014).
Pada saat harga elpiji 12 kg mencapai harga keekonomian, maka akan banyak pesaing yang masuk untuk menjual elpiji 12 kg. Saat ini belum ada yang ingin menjual elpji 12 kg karena harganya masih di bawah keekonomian.
"Saat ini belum karena masih rugi. Begitu sudah mencapai harga keekonomian maka akan ada produsen yang masuk. Sehingga masyarakat bisa memilih mana harga yang pantas," jelasnya.
Maka dari itu, lanjut Hanung, Pertamina akan kembali menaikkan harga elpiji 12 kg pada 1 Januari 2015. Adapun kenaikan harga masih dalam besaran yang sama yakni Rp1.500 per kg sama seperti kenaikan saat ini.
"1 Januari 2015 kita naikkan kembali sekitar Rp1.500 per kg. Karena Pertamina merupakan BUMN yang sahamnya seluruhnya dimiliki pemerintah dan dampak inflasi menyangkut masyarakat luas kami akan informasikan dan konsultasikan ke pemerintah," jelas dia.
Hanung meminta masyarakat benar-benar mendengar arahan penyesuaian harga dari Pertamina. Apabila, sampai pada harga eceran tidak sesuai dengan harga dari Pertamina, masyarakat diimbau untuk beli elpiji 12 kg ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.
"Saya sampaikan kalau di harga tingkat warung memang akan lebih Rp3.000-5.000 per tabung. Kalau di atas itu dan harganya jauh lebih mahal saya minta masyarakat beli saja di SPBU," tuturnya.
Berdasarkan kajian Bank Indonesia dampak inflasi yang ditimbulkan dari kenaikan elpiji 12 kg tidak cukup berpengaruh. Lantaran konsumsi elpiji 12 kg digunakan masyarakat menegah ke atas.
"Perkiraan dampak inflasi kemungkinan 0,06% saja dari BI. Sehingga tidak cukup berpengaruh," ucapnya.
Dia kembali menyampaikan roadmap penyesuaian harga elpiji 12 kg secara berkala dalam rapat koordinasi dengan Menko Perekonomian.
Hanung menjelaskan bahwa kenaikan harga dapat dilakukan secara otomatis enam bulan hingga mencapai harga keekonomian pada 2016. (Baca: Elpiji 12 Kg Resmi Naik Jadi Rp114 Ribu/Tabung).
"Karena ini perintah pemerintah, maka tidak diajukan langsung sampai ke harga keekonomian. Kalau ini dinaikkan setiap enam bulan, pada Januari 2016 sudah berada pada harga keekonomian," jelasnya di Jakarta, Rabu (10/9/2014).
Pada saat harga elpiji 12 kg mencapai harga keekonomian, maka akan banyak pesaing yang masuk untuk menjual elpiji 12 kg. Saat ini belum ada yang ingin menjual elpji 12 kg karena harganya masih di bawah keekonomian.
"Saat ini belum karena masih rugi. Begitu sudah mencapai harga keekonomian maka akan ada produsen yang masuk. Sehingga masyarakat bisa memilih mana harga yang pantas," jelasnya.
Maka dari itu, lanjut Hanung, Pertamina akan kembali menaikkan harga elpiji 12 kg pada 1 Januari 2015. Adapun kenaikan harga masih dalam besaran yang sama yakni Rp1.500 per kg sama seperti kenaikan saat ini.
"1 Januari 2015 kita naikkan kembali sekitar Rp1.500 per kg. Karena Pertamina merupakan BUMN yang sahamnya seluruhnya dimiliki pemerintah dan dampak inflasi menyangkut masyarakat luas kami akan informasikan dan konsultasikan ke pemerintah," jelas dia.
Hanung meminta masyarakat benar-benar mendengar arahan penyesuaian harga dari Pertamina. Apabila, sampai pada harga eceran tidak sesuai dengan harga dari Pertamina, masyarakat diimbau untuk beli elpiji 12 kg ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.
"Saya sampaikan kalau di harga tingkat warung memang akan lebih Rp3.000-5.000 per tabung. Kalau di atas itu dan harganya jauh lebih mahal saya minta masyarakat beli saja di SPBU," tuturnya.
Berdasarkan kajian Bank Indonesia dampak inflasi yang ditimbulkan dari kenaikan elpiji 12 kg tidak cukup berpengaruh. Lantaran konsumsi elpiji 12 kg digunakan masyarakat menegah ke atas.
"Perkiraan dampak inflasi kemungkinan 0,06% saja dari BI. Sehingga tidak cukup berpengaruh," ucapnya.
(izz)
Lihat Juga :