Harga Jual Emas Antam Turun, Buyback Naik

Jum'at, 26 September 2014 - 09:35 WIB
Harga Jual Emas Antam...
Harga Jual Emas Antam Turun, Buyback Naik
A A A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini akhirnya turun setelah selama empat hari berturut-turut stagnan. Sedangkan harga beli (buyback) emas naik Rp1.000 per gram.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Jumat (26/9/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram dibanderol pada harga Rp523.000 per gram dari sebelumnya di harga Rp524.000.

Sementara harga buyback emas perseroan naik menjadi Rp467.000 dari sebelumnya di harga Rp466.000 per gram.

Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.006.000, dengan harga per gram Rp503.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.491.000 dengan harga Rp497.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp1.976.000 dengan harga per gram Rp494.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.470.000 dengan harga per gram dihargai Rp494.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.890.000, dengan harga per gram Rp489.000.

Harga emas 25 gram Rp12.150.000 dengan harga per gram Rp486.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.250.000, dengan harga per gram Rp485.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp48.450.000, dengan harga per gram Rp484.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp121.000.000, dengan harga per gram Rp484.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp241.800.000, dengan harga per gram Rp483.600.

Sementara harga emas global menuju kenaikan mingguan pertama bulan ini di tengah terkoreksinya pasar saham dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sehingga mendorong permintaan terhadap logam mulia.

Harga emas untuk pengiriman segera naik 0,4% menjadi USD1.226,90 per ons pada pukul 09.46 pagi di Singapura. Logam ini naik 0,9% sepanjang pekan ini.

Kendati demikian, emas tetap bearda di jalur kerugian kuartalan I tahun ini karena USD naik ke level tertinggi empat tahun. Sebuah laporan hari ini mungkin menunjukkan ekonomi AS naik di atas perkiraan setelah data klaim pengangguran AS tumbuh di bawah perkiraan.

Arab Saudi, Yordania, Bahrain, Qatar dan Uni Emirat Arab bergabung dengan gelombang pertama, yang dipimpinan AS untuk melakukan serangan udara terhadap militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pekan ini.

"Harga emas telah dibantu oleh geopolitik dan melemahnya pasar saham. Tren penurunan jangka panjang tetap utuh karena ekonomi AS, sehingga USD menguat," kata analis di CITICS Futures Co Zhu Runyu seeprti dilansir dari Bloomberg, Jumat (26/9/2014).

Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember naik 0,5% menjadi USD1.227,70 per ons. Kepemilikan aset di SPDR Gold Trust tidak berubah untuk hari kedua kemarin setelah jatuh ke 773,45 metrik ton pada 23 September 2014, terendah sejak Desember 2008.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Harli Siregar: 109 Ton...
Harli Siregar: 109 Ton Emas Antam Asli tapi Ilegal
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 14.000
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
3 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved