Laju BI Rate Tergantung 100 Hari Pertama Jokowi

Rabu, 08 Oktober 2014 - 12:08 WIB
Laju BI Rate Tergantung...
Laju BI Rate Tergantung 100 Hari Pertama Jokowi
A A A
JAKARTA - Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Samual mengatakan, ke depan kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sangat tergantung dari program 100 hari pertama pemerintah baru dan kebijakan bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, kondisi fundamental, terutama terkait defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan juga akan mempengaruhi lantaran kondisi inflasi dinilai sudah sesuai sasaran Bank Indonesia (BI).‬

"Kenaikan BI Rate ini nanti akan bergantung dengan kabinet koalisasi dan juga kebijakan pemerintah dalam 100 hari pertama terkait dengan kebijakan harga bahan bakar minyak,” kata dia ketika dihubungi.

Menurutnya, apabila pemerintahan baru menaikan harga BBM dengan cepat, maka akan mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

“Kalau dinaikan harga BBM akan pengaruhi inflasi juga,” tukasnya.

Dia menuturkan, akan ada tambahan kenaikan inflasi 0,8% setiap kenaikan BBM 10%. Misalkan, jika BBM dinaikan Rp3.000 per liter, maka inflasi meningkat, tapi defisit bisa rendah. Namun, apabila BBM hanya dinaikan Rp1.000 per liter, kemungkinan inflasi rendah, namun defisit cukup besar.

“Dengan begitu, ada pengaruh juga pada tekanan rupiah. Kalau BBM naik lebih dari Rp3.000, inflasi bisa tinggi. Begitu juga rupiah, akan dipengaruhi oleh berapa persen kenaikan BBM,” ungkapnya.

Sementara BI dalam ‪Rapat Dewan Gubernur (RDG) semalam masih mempertahankan BI Rate sebesar 7,50%, dengan suku bunga Lending Facility, dan suku bunga Deposit Facility masing-masing tetap pada level 7,50% dan 5,75%.

BI Rate tetap pada level 7,5%, menurut David memang sesuai dengan ekspektasi pasar karena inflasi sudah cukup rendah.

“Per September 2014, inflasi mencapai 4,5%, ini sesuai ekpektasi pasar yang perkiraan hanya di bawah 5%,” ujarnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
8 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
27 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved