Pertamina Masih Urus Pedoman untuk Hedging

Kamis, 16 Oktober 2014 - 19:13 WIB
Pertamina Masih Urus...
Pertamina Masih Urus Pedoman untuk Hedging
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan, PT Pertamina (Persero) sudah mulai melakukan proses menuju lindung nilai rupiah (hedging). Saat ini Pertamina memang belum melakukan hedging, namun masih mengurus pedomannya.

"Pertamina belum ya, karena pedomannya belum selesai. Yang saya pikirkan tadi adalah apa ya instrument yang sifatnya bisa memaksa untuk lakukan hedging. Sekarang kan terus terang belum terpikirkan," ujar Dahlan di Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Dahlan kembali menjelaskan, kondisinya sekarang ini dia memberikan contoh, misalnya hari ini harus hedging. Jika di ranah swasta, jika hari itu harus hedging ya mau tidak mau harus hedging.

"Pikiran seperti itu bagaimana caranya menstimulur langsung untuk hedging. Bagi BUMN ini kan barang yang baru," ujar dia.

Dahlan mengaku sudah diskusi dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) masalah ini. Selain dengan Gubernur BI, juga dilakukan diskusi dengan Menteri Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Misalnya gini, ada tim antara BUMN, Gubernur BI, Menteri Keuangan dan OJK, enggak usah sampai ketingkat menteri, tingkat task force saja. Misalnya menganalisa kurs hari ini dan minggu depan, bulan depan dan disepakati hedging. Nah, kesepakatan ini disampaikan ke Menteri BUMN. Ini yang terpikir ya, belum jadi keputusan. Begitu kita putuskan kita wajibkan, begitu enggak ya kita sanksi. Sanksinya sanksi korporasi," papar dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
15 menit yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
35 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved