Harga Jual Emas Antam Turun Rp3.000/Gram

Senin, 20 Oktober 2014 - 09:50 WIB
Harga Jual Emas Antam...
Harga Jual Emas Antam Turun Rp3.000/Gram
A A A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan awal pekan ini turun Rp3.000 per gram dipicu terkoreksinya kembali harga emas global.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Senin (20/10/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram dibanderol pada harga Rp526.000 per gram dari sebelumnya Rp529.000 per gram.

Sementara harga beli kembali (buyback) emas perseroan turun Rp1.000 menjadi Rp475.000 dari akhir pekan lalu di harga Rp476.000 per gram.

Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.012.000, dengan harga per gram Rp506.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.500.000 dengan harga Rp500.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp1.988.000 dengan harga per gram Rp497.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.485.000 dengan harga per gram dihargai Rp497.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.920.000, dengan harga per gram Rp492.000.

Harga emas 25 gram Rp12.225.000 dengan harga per gram Rp489.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.400.000, dengan harga per gram Rp488.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp48.750.000, dengan harga per gram Rp487.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp121.750.000, dengan harga per gram Rp487.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp243.300.000, dengan harga per gram Rp486.600.

Sementara harga emas global turun untuk hari ketiga, memperpanjang penurunannya dari level tertinggi dalam lima pekan karena rebound-nya pasar saham global, sehingga mengurangi permintaan emas.

Emas untuk pengiriman segera turun sebanyak 0,3% menjadi USD1.234,74 per ons, dan diperdagangkan pada harga USD1.236,04 pada pukul 09.03 pagi di Singapur. Emas pada pekan lalu ditutup menguat untuk pertama kali dalam sepekan sejak Juli, setelah naik ke USD1.249,75 pada 15 Oktober, harga tertinggi sejak 11 September 2014.

Emas terkoreksi karena USD naik di tengah prospek naiknya suku bunga AS, seiring dengan rencana Federal Reserve untuk mengakhiri program pembelian aset bulan ini, sementara bank sentral di Eropamemilih melanjutkan program stimulus.

"Kondisi yang tenang di pasar ekuitas, menyebabkan menurunnya permintaan emas. Seiring dengan terus melemahnya ekonomi Eropa, USD akan menguat terhadap euro dalam jangka menengah. Itu memberi kesulitan untuk mengubah prospek bearish untuk emas," kata analis di Cinda Futures Co Lv Jie seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (20/10/2014).

Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember turun 0,3% menjadi USD1.235,80 per ons. Futures naik ke USD1.250,30 pada 15 Oktober, harga tertinggi sejak 11 September 2014.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Harli Siregar: 109 Ton...
Harli Siregar: 109 Ton Emas Antam Asli tapi Ilegal
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 14.000
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
2 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
2 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
3 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
3 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved