Antam Catat Efisiensi Perusahaan Rp25,2 M

Senin, 03 November 2014 - 12:41 WIB
Antam Catat Efisiensi...
Antam Catat Efisiensi Perusahaan Rp25,2 M
A A A
JAKARTA - PT Aneka Tambang (Antam) Tbk (ANTM) hingga akhir September 2014 mencatat efisiensi perusahaan sebesar Rp25,2 miliar, hasil efisiensi tersebut telah melebihi target hingga akhir tahun di angka Rp20,8 miliar.

Corporate Secretary Aneka Tambang Tri Hartono mengatakan, peningkatan efisiensi tetap menjadi tema inti untuk mendukung ketahanan keuangan sejak awal tahun ini. “Sehingga, Antam dapat mencapai tingkat efisiensi senilai Rp25,2 miliar selama sembilan bulan 2014,” kata Tri dalam rilisnya di Jakarta kemarin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, upaya perseroan meningkatkan efisiensi yaitu melalui pengendalian biaya secara ketat yang dilakukan untuk memitigasi dampak kondisi eksternal yang berada di luar kendali perusahaan. Penurunan harga komoditas dan regulasi pemerintah yang melarang ekspor mineral mentah berdampak negatif pada kinerja ANTM hingga akhir kuartal III/2014. Hingga akhir September emiten pertambangan pelat merah tersebut membukukan rugi bersih sebesar Rp563,9 miliar.

”Sedangkan, kinerja finansial Antam juga tertekan dari komponen yang bersifat nonoperasional seperti penyesuaian nilai investasi di PT Nusa Halmahera Minerals dan kerugian PT Indonesia Chemical Alumina,” imbuhnya.Dalam sembilan bulan pertama 2014, perseroan memperoleh penjualan bersih di angka Rp5,8 triliun atau turun 34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,8 triliun.

Menurutnya, emas merupakan kontribusi terbesar penjualan bersih hingga kuartal III/- 2014 dengan nilai Rp2,79 triliun atau setara 48% dari penjualan bersih konsolidasi. Tri memaparkan, secara umum tahun ini Antam melakukan program penghematan biaya melalui efisiensi dan penghematan penggunaan bahan bakar, pengurangan biaya operasional, negosiasi dengan pihak ketiga, efisiensi dan penghematan penggunaan listrik serta penggunaan komponen lokal untuk menggantikan suku cadang impor.

Lebih lanjut dia menjelaskan, upaya penghematan biaya terefleksikan dalam biaya tunai feronikel dan emas yang masing-masing tercatat sebesar USD5,64 per pon dan USD- 785,06 per oz hingga akhir September 2014. Sebelumnya Direktur Keuangan Aneka Tambang Djaja Tambunan mengatakan, ANTM pada tahun depan mengalokasikan belanja modal sebesar USD220 juta atau setara USD- 2,64 triliun.

Sebagian besar capex atau sekitar 80% akan digunakan perseroan untuk pengembangan P3FP di Pomalaa. Emiten pertambangan pelat merah ini menargetkan, pada kuartal III/- 2015 pabrik tersebut sudah dapat beroperasi penuh.

Heru febrianto
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
9 menit yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
43 menit yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
1 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
1 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
2 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
2 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H / 2026 M untuk Wilayah Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved