Penjualan Toyota di China Meningkat 27,1%

Selasa, 04 November 2014 - 20:03 WIB
Penjualan Toyota di...
Penjualan Toyota di China Meningkat 27,1%
A A A
TOKYO - Toyota membukukan peningkatan penjualan di China pada Oktober. Perusahaan Jepang yang beroperasi di China melalui perusahaan patungan dengan China FAW Group dan Guangzhou Automobile Group itu mengalami peningkatan penjualan sebesar 27,1% pada Oktober dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.“Penjualan di China sekarang naik lebih dari 13% dalam 10 bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan 2013,” ungkap pernyataan Toyota, dikutip BBC.

Produsen mobil terbesar dunia itu menargetkan menjual lebih dari 1 juta mobil di China untuk pertama kali dalam tahun ini. Tahun lalu Toyota menjual 917.500 mobil di China. Peningkatan penjualan Toyota diumumkan meski data ekonomi China yang dirilis kemarin menunjukkan penurunan. Pertumbuhan sektor jasa China berada di level paling lemah dalam sembilan bulan pada Oktober dengan indeks manajer pembelian (PMI) turun menjadi 53,8 pada Oktober dari 54pada September. Angkadiatas 50 menunjukkan pertumbuhan.

Data tersebut setelah PMI manufaktur turun ke level yang lebih rendah dibandingkan proyeksi 50,8 dari 51,1 pada bulan sebelumnya. Pasar automotif China mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir karena melemahnya penjualan mobil-mobil komersial. Pada September penjualan naik 2,5% dari tahun lalu, peningkatan terkecil dalam 19 bulan.

Asosiasi Manufaktur Automotif China (CAAM) memperkirakan, pasar negara itu akan tumbuh 8,3% tahun ini, melemah dari peningkatan hampir 14% pada 2013. Toyota baru-baru ini mengumumkan penarikan 1,75 juta mobil di penjuru dunia karena masalah pemasangan rem dan masalah komponen bahan bakar pada bulan lalu. Ini merupakan penarikan terbaru dari serangkaian penarikan yang telah dilakukan produsen automotif terbesar di dunia tersebut. Perusahaan asal Jepang itu menyoroti tiga masalah di beberapa model termasuk merek mewah Lexus dan Crown Majesta.

Beberapa masalah berupa komponen dengan bentuk yang tidak tepat di sistem pengereman yang dapat mengakibatkan perubahan “rasa” saat menginjak pedal rem seiring waktu. Masalah itu memengaruhi 802.000 mobil, sebagian besar di Jepang dan China, yang diproduksi antara Juni 2007 dan Juni 2012. “Rem tetap berfungsi tapi kinerja rem dapat terus berkurang secara bertahap,” papar pernyataan Toyota kepada kantor berita AFP.

Masalah berbeda melibatkan pipa pengiriman bahan bakar di 759.000 mobil, termasuk model Lexus dan Crown Majesta yang dibuat antara Januari 2005 dan September 2010, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran jika ada percikan api. Lebih dari setengah mobil yang bermasalah itu dijual di Amerika Serikat.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
18 menit yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
1 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
1 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
7 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
7 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
9 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved