BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Lebih Baik

Kamis, 06 November 2014 - 16:00 WIB
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Lebih Baik
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun 2014 lebih baik dari kuartal sebelumnya‎ yang hanya 5,01%.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) Bank Indonesia Juda Agung mengatakan, membaiknya pertumbuhan pada kuartal IV akan sangat tergantung dari konsumsi pemerintah.

Dia menjelaskan, apabila konsumsi pemerintah positif, maka pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh lebih baik. Namun sebaliknya, jika konsumsi pemerintah negatif, maka pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah dibandingkan kuartal III.

"Kuartal IV sangat tergantung pada fiskal, tergantung pada konsumsi pemerintah. Jika konsumsi pemerintah seperti kuartal III, maka masih akan rebound," kata Juda saat Seminar Economic Outlook dengan tema "Indonesia 2015 and Beyond: Reinventing Economic Priorities" di Jakarta, Kamis (6/11/2014).

Di samping itu, dia memapaparkan, saat ini kondisi global terbagi dalam 4 Big Economic, seperti Eropa, Jepang, China, dan USA. Menurut Juda, pertumbuhan ekonomi China masih bisa tumbuh sekitar 7,4% pada tahun ini.

Namun, dia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi China bisa saja mengalami penurunan menjadi 5%.

"Mungkin bisa saja 2-3 tahun akan turun menjadi 5%," paparnya.

Dengan adanya pelemahan China akan berdampak pada negara lain, seperti Eropa. Selain itu, berdampak pada Asia pasifik dan juga kepada negara-negara komoditi ekspor dan Australia.

"Implikasi pelemahan China sebagai importir terbesar dari private komoditi, yaitu harga komoditas mengalami penurunan secara terus menerus," papar dia.‎

Dia menjelaskan, untuk delapan komoditi terbesar, enam diantaranya mengalami penurunan, seperti coal, palm oil, rubber, nickel, tin, dan copper. Sementara alumunium serta kopi mengalami peningkatan‎.

Meskipun begitu, kalau dilihat tren seperti ini, pertumbuhan China 2014 ‎masih didukung oleh stimulus intensif pemerintah, sehingga, Am‎erika masih menjadi simbol economic growth.

"Amerika masih dalam tren membaik, ini ada konsekuensi yang baik," katanya.

Menurut dia, dengan membaiknya ekonomi Amerika, maka normalisasi kebijakan The Fed akan lebih cepat dari apa yang diperkirakan. Dia menjelaskan, normalisasi itu akan dilakukan pada kuartal II tahun 2015‎ terhitung 5 hingga 6 bulan ke depan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
2 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
2 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
3 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
4 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
5 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
5 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved