alexametrics

Pengamat Ini Yakin RI Jadi Kiblat Ekonomi Syariah

loading...
Pengamat Ini Yakin RI Jadi Kiblat Ekonomi Syariah
Pengamat Ini Yakin RI Jadi Kiblat Ekonomi Syariah
A+ A-
SURABAYA - Pengamat Ekonomi Syariah Adiwarman Azwar Karim optimistis bahwa Indonesia menjadi kiblat ekonomi syariah dunia.

Dia mencontohkan, meski penetrasi perbankan syariah secara aset masih di kisaran 5%, namun jumlah nasabah perbankan syariah telah mencapai sekitar 18 juta orang. Ini menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan retail terbesar di dunia.

"Saya yakin Indonesia kiblat baru keuangan syariah dunia," ujar Adiwarman dalam Seminar Nasional Keuangan Inklusif dengan tema Pentingnya Keuangan Inklusif dalam Meningkatkan Akses Masyarakat dan UMKM terhadap Fasilitas Jasa Keuangan Syariah di Surabaya Jumat(7/11/2014).



Adiwarman mengatakan, perkembangan perbankan syariah di Indonesia tak bisa hanya dibandingkan dari sisi aset saja. Pasalnya, industri perbankan syariah di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dengan perbankan syariah di negara Islam lain.

Perbankan syariah di Indonesia banyak bergerak di bidang retail banking, sementara di Malaysia perbankan syariah banyak menggarap segmen korporasi.

Sedangkan di negara-negara Timur Tengah, perbankan syariah banyak menggarap segmen invesment banking. Oleh karena itu dia tidak setuju jika perkembangan ekonomi syariah hanya dilihat dari segi aset.

"Saya setuju kalau penetrasi dilihat dari jumlah kantor cabang dan nasabah yang saat ini sekitar 18 juta, belum yang nasabah asuransi syariah, pembiayaan syariah, pasar modal syariah, nasabah BMT (baitul mal wattamwil) bahkan sudah 38 juta," tambahnya.

Bank Indonesia (BI) dalam rilisnya menyebut di akhir 2013, perbankan syariah Indonesia telah menjadi the biggest retail Islamic banking di dunia dengan 17,3 juta nasabah, 2.990 kantor bank, 1.267 layanan syariah, dan 43 ribu karyawan.

Bahkan, Bank syariah di Indonesia memiliki pangsa bagi hasil terbesar di dunia sebesar 30,1% di pertengahan tahun ini.

Bank syariah di Indonesia juga telah dikenal di seluruh dunia sebagai bank syariah yang undoubtful dan applicable, sehingga banyak digunakan sebagai contoh dan tempat belajar bagi bank-bank syariah negara-negara lain.

Undoubtful karena fatwa-fatwa terkait operasi bank syariah dikeluarkan oleh komite fatwa nasional yang kredibel dan independen, yaitu Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia atau DSN-MUI, sehingga tidak diragukan kesyariahannya.

Applicable karena fatwa-fatwa DSN-MUI kemudian diterjemahkan menjadi Peraturan Bank Indonesia atau PBI agar mudah diaplikasikan oleh bank syariah. Selain itu, dari seluruh fatwa yang telah dikeluarkan, hampir semuanya mengatur kegiatan bank syariah yang berhubungan dengan sektor riil.‬

‪Sejalan dengan itu, pasar modal syariah di Indonesia telah berkembang menjadi the most advanced Islamic retail stock exchange di dunia karena Indonesia adalah negara pertama di dunia yang menerapkan sistem online trading syariah.

Indonesia telah menjadi the leading sovereign sukuk issuer di dunia karena Indonesia telah menjadi sovereign sukuk issuer terbesar kedua di dunia dengan rasio sukuk per Produk Domestik Brutor (PDB) yang masih rendah, sehingga memiliki potensi pengembangan yang besar.‬

‪Keuangan mikro syariah di Indonesia juga telah berkembang menjadi the largest islamic microfinance di dunia karena Indonesia adalah negara yang memiliki Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) paling bervariasi, jumlah paling besar dengan nasabah paling banyak (khususnya BMT), yang memiliki Pedoman Akad Syariah (PAS) satu-satunya di dunia.

Selain itu, Indonesia juga memiliki jumlah nasabah keuangan syariah terbesar di dunia mencapai 37,3 juta, lebih besar dari jumlah penduduk Malaysia yang hanya 29,8 juta.‬

‪Terakhir, BI merupakan salah satu bank sentral dari 10 negara terbesar di dunia, dan bank sentral terbesar yang menerapkan sistem moneter ganda. Dengan demikian, keuangan syariah Indonesia telah menjelma menjadi kiblat baru keuangan syariah dunia‬.
(rna)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top