Pemerintah Akan Manfaatkan Data Geospasial

Kamis, 13 November 2014 - 10:34 WIB
Pemerintah Akan Manfaatkan...
Pemerintah Akan Manfaatkan Data Geospasial
A A A
BOGOR - Pemerintah akan memprioritaskan data-data milik Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan, selama ini pemerintah hanya memanfaatkan data-data milik Badan Pusat Statistik (BPS) dan datadata pusat data di Bappenas dalam pembangunan infrastruktur nasional di Indonesia.

“Padahal, peran BIG memberikan informasi mengenai pemetaan fisik Indonesia sangat penting sebagai bahan rujukan dan pertimbangan terhadap dampak pembangunan itu sendiri. Misalnya kalau mau membangun megaproyek Jembatan Selat Sunda, yang harus diperhatikan rupa lingkungan 10 tahun atau 20 tahun kemudian seperti apa, bisa diprediksi,” ujar dia, seusai meninjau kantor Badan Informasi Geospasial di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Dia mengatakan, pemanfaatan data BIG dilakukan dalam rangka memperbaiki perencanaan yang ada di Bappenas, khususnya untuk proyek- proyek infrastruktur yang berkaitan dengan pemanfaatan fungsi lahan. Data tersebut juga digunakan ketika ada peralihan fungsi lahan serta dampaknya terhadap masyarakat yang berkaitan dengan proyek infrastruktur pelabuhan, bendungan rel kereta, jembatan, dan jalan tol.

“Untuk memperbaiki perencanaan kita, khususnya untuk proyek-proyek fisik di antaranya pemanfaatan fungsi lahan, peralihan fungsi lahan. Ini kalau kita lihatkan sering menimbulkan masalah. Makanya nanti dibuatkan proyeksi simulasi untuk semua proyek infrastruktur yang direncanakan Bappenas,” ucap dia.

Dia menambahkan, ke depan fungsi perencanaan harus terintegrasi melalui informasi dan data akurat yang ada. Ke depan, kata dia, akan dilihat terlebih dahulu penguatan kelembagaan dengan pertimbangan berbagai pihak salah satunya Kementerian Riset dan Teknologi. “Kenapa Menristek, sebab BIG ini berada di bawah Kementerian Ristek,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim BIG Mohamad Arief Syafi’i mengatakan, selama ini pihaknyaterbukakepada publikdalam pemanfaatan geospasial di Indonesia. Keuntungan memanfaatkan data-data BIG karena memiliki kemampuan memantau dan memetakan suatu wilayah.

“Selama ini kita banyak memberikan informasi data kepada pemerintah daerah maupun kementerian terkait,” ucapnya.

Ichsan amin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
55 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved