Insinyur RI dengan Standar Kompetensi ASEAN Minim

Jum'at, 14 November 2014 - 11:20 WIB
Insinyur RI dengan Standar...
Insinyur RI dengan Standar Kompetensi ASEAN Minim
A A A
JAKARTA - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyatakan bahwa insinyur dalam negeri yang memiliki kompetensi dan keahlian sesuai dengan standar mutual recognition arrangements (MRA) dan bersertifikai ASEAN Chartered Professional Engineer (ACPE) masih minim.

Ketua Umum PII Bobby Gafur Umar mengatakan. hingga Agustus 2014, Indonesia baru memiliki 124 tenaga insinyur yang memenuhi standar kompetensi dan keahlian yang sesuai dengan standar MRA, dan bersertifikasi ACPE.

"Sementara insinyur di seluruh kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sudah berstandar MRA dan bersertifikasi ACPE banyak sekali, mencapai 700 orang lebih, didominasi Singapura dan Malaysia," kata Bobby dalam rilisnya, Jumat (14/11/2014).

Hal ini menjadi tantangan insinyur dalam negeri dalam menghadapi pemberlakukannya ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan. Kebijakan ini tidak harus menjadi momok yang menakutkan bagi para insinyur Indonesia.

"Kita tidak perlu takut, tetapi memang harus lebih siap sebab jika tidak siap, bukan hanya hasil dan produk industri dalam negeri yang terancam, tapi penyedia jasa lokal pun akan gigit jari melihat lahan pekerjaan mereka dirampas tenaga asing," imbuhnya.

Menurutnya, Indonesia dan para insinyur Indonesia harus siap menghadapi situasi ini. Bagi para insinyur Indonesia tidak mudah untuk menerima kenyataan ini, tapi harus dihadapi. Karena itu, harus benar-benar siap mengantisipasinya.

"Meningkatkan daya saing para insinyur Indonesia, sehingga mereka memiliki kompetensi dan keahlian yang sesuai dengan standar MRA dan bersertifikai ACPE adalah sebuah tantangan dan pekerjaan rumah yang harus segera kita atasi. Insinyur Indonesia harus memiliki daya saing lebih," katanya.

Enam kriteria MRA adalah pendidikan, ujian, registrasi dan pemberian lisensi, pengalaman pendidikan profesional lanjutan, dan kode etik (professional conduct). Karena itu, Bobby mengimbau tenaga insinyur Indonesia untuk segera memenuhi kriteria-kriteria tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
10 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
22 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
35 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
47 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved