Pengamat Ekonomi Kaget BI Rate Naik

Rabu, 19 November 2014 - 10:39 WIB
Pengamat Ekonomi Kaget...
Pengamat Ekonomi Kaget BI Rate Naik
A A A
JAKARTA - Langkah Bank Indonesia (BI), yang menaikan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis points (bps) menjadi 7,75%, dengan suku bunga Lending Facility naik sebesar 50 bps menjadi 8,00% dan suku bunga Deposit Facility tetap pada level 5,75% ‎membuat para pengamat ekonomi kaget.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani‎ mengatakan, keputusan BI menaikan BI rate merupakan langkah dari BI untuk mengantisipasi kenaikan inflasi.

Namun, dia menuturkan, sebetulnya antisipasi itu belum perlu dilakukan oleh BI lantaran Indonesia sendiri masih menunggu Federal Reserve (The Fed) menaikan suku bunganya.

"Saya sih termasuk yang tidak setuju untuk dinaikan sekarang karena nanti kan ada Fed rate juga, nanti (BI rate) naik lagi, bisa-bisa BI rate di 8,5%. Makanya (kenaikan) ini terlalu cepat," kata Aviliani ketika dihubungi, Selasa (17/11/2014) malam.

Dengan adanya kenaikan BI rate, menurut dia, bisa menyebabkan inflasi bergerak ke arah 6‎,5%-7% di akhir tahun 2014.‎ Meskipun begitu, dia masih optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2015 bisa di angka 5,4%-5,8%. Sedangkan pada kuartal IV tahun ini diprediksi pad‎a angka 5,4%.

‎Dihubungi terpisah, Ekonom Universitas Gadjah Mada sekaligus Komisaris Independen Permata Bank Tony Prasetiantono mengaku terkejut (surprised) atas keputusan tersebut.

Menurut dia, tindakan BI sangat cepat dalam merespon kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Meski saya bisa memahaminya, namun saya semula berharap BI menunggu lebih dulu asesmen inflasi November oleh BPS," ujarnya.

Apabila inflasi November hanya naik 2%, berarti inflasi antara Januari hingga November hanya 6,2%. Dengan begitu, menurut dia, seharusnya BI bisa menahan BI rate sampai bulan depan.

"Saya juga heran BI tidak sabar menunggu perkembangan respons pasar terhadap kebijakan BBM," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
5 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
6 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
7 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
8 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
8 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
8 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved