BI Upayakan Laju Inflasi Akan Menurun
Sabtu, 22 November 2014 - 20:35 WIB
BI Upayakan Laju Inflasi Akan Menurun
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dalam satu dekade ke depan akan mengupayakan tingkat inflasi secara bertahap menurun dan terjangkar pada laju yang semakin rendah.
Kestabilan ekonomi makro, berupa inflasi yang terjaga pada laju yang rendah adalah modal penting bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di 2015 mendatang.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo mengatakan, untuk itu kebijakan moneter berbasis sasaran inflasi (Inflation Targeting Framework) akan terus dilanjutkan dan diperkuat.
"Kita berharap, kestabilan makro akan bisa dijaga dan terus dipelihara, sehingga gairah perekonomian akan bisa kembali ke situasi yang seharusnya," kata Agus saat sambutana Acara Bankers Dinner 2014 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut dia mengungkap, koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam rangka pengendalian inflasi melalui forum TPI/TPID akan diteruskan, dan komunikasi kebijakan kepada publik ditingkatkan.
Menurutnya, pencapaian sasaran inflasi jangka menengah panjang tersebut juga untuk menuntut efektivitas transmisi kebijakan moneter karena didukung pasar uang dan pasar valas yang berfungsi dengan baik.
"Kami juga melihat bahwa upaya menjaga stabilitas ekonomi makro perlu didukung oleh prinsip kehati-hatian yang sama di dunia usaha, terutama yang memperoleh pinjaman luar negeri," ungkapnya.
Terkait ini, lanjut dia, BI mewajibkan korporasi melakukan lindung nilai dengan menerapkan aturan hedging ratio dan memelihara kecukupan likuiditas valas dengan menerapkan aturan liquidity ratio.
Menurutnya, pengembangan pasar lindung nilai akan menjadi salah satu prioritas kebijakan pendalaman pasar keuangan.
"Untuk itu, kami bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membentuk komite pasar valuta asing, melakukan deregulasi dan menyederhanakan beberapa ketentuan guna mempermudah transaksi lindung nilai, mendorong aktivitas interbank repo, serta menerbitkan market conduct," papar dia.
Kestabilan ekonomi makro, berupa inflasi yang terjaga pada laju yang rendah adalah modal penting bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di 2015 mendatang.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo mengatakan, untuk itu kebijakan moneter berbasis sasaran inflasi (Inflation Targeting Framework) akan terus dilanjutkan dan diperkuat.
"Kita berharap, kestabilan makro akan bisa dijaga dan terus dipelihara, sehingga gairah perekonomian akan bisa kembali ke situasi yang seharusnya," kata Agus saat sambutana Acara Bankers Dinner 2014 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut dia mengungkap, koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam rangka pengendalian inflasi melalui forum TPI/TPID akan diteruskan, dan komunikasi kebijakan kepada publik ditingkatkan.
Menurutnya, pencapaian sasaran inflasi jangka menengah panjang tersebut juga untuk menuntut efektivitas transmisi kebijakan moneter karena didukung pasar uang dan pasar valas yang berfungsi dengan baik.
"Kami juga melihat bahwa upaya menjaga stabilitas ekonomi makro perlu didukung oleh prinsip kehati-hatian yang sama di dunia usaha, terutama yang memperoleh pinjaman luar negeri," ungkapnya.
Terkait ini, lanjut dia, BI mewajibkan korporasi melakukan lindung nilai dengan menerapkan aturan hedging ratio dan memelihara kecukupan likuiditas valas dengan menerapkan aturan liquidity ratio.
Menurutnya, pengembangan pasar lindung nilai akan menjadi salah satu prioritas kebijakan pendalaman pasar keuangan.
"Untuk itu, kami bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membentuk komite pasar valuta asing, melakukan deregulasi dan menyederhanakan beberapa ketentuan guna mempermudah transaksi lindung nilai, mendorong aktivitas interbank repo, serta menerbitkan market conduct," papar dia.
(gpr)
Lihat Juga :