Kadin: AEC Harus Dipandang Positif

Senin, 24 November 2014 - 13:46 WIB
Kadin: AEC Harus Dipandang...
Kadin: AEC Harus Dipandang Positif
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan, para pelaku usaha sedianya harus memandang ASEAN Economic Community (AEC) 2015 dari sisi positif.

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto menuturkan, saat ini bukan lagi saatnya menyatakan tidak siap menghadapi pasar bebas ASEAN. Sebab AEC yang akan berlangsung 2015 sudah di depan mata.

"Sebenarnya, saya sering mendapat banyak komplain dari para anggota tentang AEC. Tapi saya bilang, stop talking about ready or not," ujarnya dalam pertemuan dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) Singapura di Menara Kadin, Jakarta, Senin (24/11/2014).

Dia mengatakan, dibanding negara ASEAN lainnya, Indonesia merupakan negara dengan populasi dan pasar terbesar. AEC 2015 sedianya harus dipandang untuk menjadikan para pelaku usaha melompat lebih jauh lagi.

"Kita ini negara dengan populasi dan pasar terbesar (di ASEAN). Lihat sisi positifnya, untuk melawan negara lain dan melakukan yang lebih baik. Itu posisi kita," pungkas Suryo.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
26 menit yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
46 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved