Menkeu Gelar Rakor Bahas Penerbangan Indonesia

Selasa, 25 November 2014 - 20:54 WIB
Menkeu Gelar Rakor Bahas...
Menkeu Gelar Rakor Bahas Penerbangan Indonesia
A A A
JAKARTA - Hari ini Menteri Keuangan dengan Menko Bidang Perekonomian, Pertamina dan INAKA menggelar rapat koordinasi soal penerbangan Indonesia. Hal ini menyangkut harga avtur yang sedang melonjak 12% lebih mahal daripada negara lain.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, penerbangan Indonesia saat ini sedang berat, ada masalah di avtur, perpajakan, dan biaya-biaya lain.

"Ya, memang sedang berat. Masalahnya ada beberapa. Makanya saya undang Menko, Kemenhub dan Pertamina serta Inaka, kita mau jaga supaya industri penerbangan ini tidak kolaps," ujar Bambang di Kemenkeu, Selasa (25/11/2014).

Bambang mengatakan, masih melakukan follow up dengan mendalami secara teknis akar masalahnya. Namun demikian, pihaknya tetap punya semangat menyelamatkan airlines Indonesia.

"Apalagi tahun depan sudah harus ASEAN open skies kan ya. Sedangkan kita bermasalah di avtur. Masalah avtur itu masalah harga, bukan kursnya. Tadi Pertamina alasannya di kilang lebih mahal dari pada harga impor, kita cari solusianya," ujarnya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Sofyan Djalil tak menjawab tegas ketika ditanya soal peniadaan PPN untuk penerbangan. Alasannya adalah masih harus dibahas dan dicari solusinya.

"Pokoknya minggu depan akan ada solusi supaya industri ini terbantu oleh beban-beban yang tidak perlu selama ini. Misalnya masalah administrasi. Selain itu masalah avtur minta Pertamina supaya harganya stabil dan tidak mengalami kemahalan di Indonesia," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kerja Sama Mendukung...
Kerja Sama Mendukung Pertumbuhan Industri Penerbangan Helikopter di Indonesia
Tekad Pelaku Industri...
Tekad Pelaku Industri Penerbangan Non-Airline Pasca Asian Sky Forum 2024
Software Autocad Hadirkan...
Software Autocad Hadirkan Teknologi Peta 3D untuk Penerbangan
Kapan Bisnis Penerbangan...
Kapan Bisnis Penerbangan Pulih? Ini Proyeksi Moody's
Industri Penerbangan...
Industri Penerbangan RI Diramal Masih Sempoyongan Tahun Ini
Ini Alasan Mengapa Jendela...
Ini Alasan Mengapa Jendela Pesawat Memiliki Bentuk Oval
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
38 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
50 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved