HNSI Pertanyakan Komitmen Pemerintah terhadap Nelayan

Rabu, 26 November 2014 - 12:32 WIB
HNSI Pertanyakan Komitmen...
HNSI Pertanyakan Komitmen Pemerintah terhadap Nelayan
A A A
JAKARTA - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Karawang, Sahari mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap nelayan.

Apalagi, lanjut dia, kini Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah membentuk Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman.

"Keberadaan Menko Kemaritiman dan Menteri Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Sssi Pudjiastuti) seharusnya membawa dampak positif bagi nelayan. Apalagi Menteri Susi pernah jadi bakul ikan pasti tahu kehidupan nelayan," ujar dia dalam rilisnya, Rabu (26/11/2014).

Pihaknya meminta pemerintah tidak hanya membela pengusaha ikan kelas tinggi "Tapi kami nelayan kecil juga harusnya diperhatikan," katanya.

Keraguan Sahari pada komitmen kemaritiman Susi dan Jokowi bukan tanpa dasar. Kenaikan harga BBM, sulitnya pasokan solar bagi nelayan di pesisir Karawang dan Subang, ditambah rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, menurut Sahari berbuah keresahan yang bertubi bagi nelayan.

"Sebenarnya kami enggak masalah dengan harga solar. Berapa pun, kalau ada pasti dibeli. Tapi ini harganya sudah naik, pasokan buat nelayan malah dikurangi. Saya sudah komunikasi dengan para nelayan di Karawang, Subang sampai teluk Jakarta, pada sulit mendapatkan solar," ungkap dia.

Nelayan pasir putih, kata Sahari, kesulitan mendapatkan solar dan harus mengambil ke SPBU di Cilamaya Wetan, mesti pakai ojek. Karena jaraknya 10 kilo meter lebih.

Padahal, di Pasir Putih ini sudah ada stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) yang diresmikan Presiden SBY tahun lalu. Tapi mangkrak sampai sekarang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
3 Hari Menghilang, 2...
3 Hari Menghilang, 2 Nelayan di Pesisir Barat Lampung Akhirnya Ditemukan
Dua Nelayan NTT Terdampar...
Dua Nelayan NTT Terdampar di Depan Kantor KBRI Oekusi
Nelayan Pangkep Terdampar...
Nelayan Pangkep Terdampar di Bali Setelah 15 Hari Terombang-ambing di Laut
Dihantam Ombak Besar...
Dihantam Ombak Besar di Perairan Wonggarasi Timur, 5 Nelayan Selamat 1 Hilang
Tiga Hari Hilang saat...
Tiga Hari Hilang saat Melaut, Nelayan Asal Maros Ditemukan Tewas
Nelayan Bintan yang...
Nelayan Bintan yang Hanyut 7 Hari Akhirnya Kembali ke Rumah
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved