2015, Pertumbuhan Ekonomi 5,3-5,6%

Jum'at, 28 November 2014 - 10:33 WIB
2015, Pertumbuhan Ekonomi...
2015, Pertumbuhan Ekonomi 5,3-5,6%
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2015 sebesar 5,3-5,6%.

Batas bawah 5,3% adalah situasi kinerja ekonomi 2014 berlanjut ke 2015. Sementara, batas atas 5,6% merupakan cerminan kondisi terjadinya perbaikan di awal pemerintahan baru, saat kebijakan pemerintah direspons positif. “Realokasi anggaran untuk pembangunan ada prosesnya, ada jeda waktu. Selain itu. Pada triwulan 1 sampai 2 dampak kenaikan BBM masih menekan konsumsi, dan investasi juga belum signifikan,” ujar ekonom INDEF Enny Sri Hartati saat konferensi pers di Jakarta kemarin.

Dia memperkirakan, pada 2015, dalam kondisi moneter ketat, pertumbuhan investasi akan terpengaruh. Rencana hilirisasi industri serta pembangunan infrastruktur juga masih dalam proses dan belum dapat dinikmati hasilnya. Enny menambahkan, inflasi pada 2015 diperkirakan di kisaran 5- 6% akibat dampak kenaikan harga BBM dan rencana kelanjutan kenaikan tarif dasar listrik. Gangguan cuaca pada musim penghujan juga diperkirakan memengaruhi pasokan sejumlah barang kebutuhan pokok.

“Sementara, nilai tukar rupiah diperkirakan di kisaran Rp11.850 hingga Rp12.250, pengangguran di 6%, sedangkan kemiskinan di 11,5%,” paparnya. Ekonom INDEF yang lain, Ahmad Erani Yustika mengemukakan 10 kegagalan pada indikator ekonomi di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sementara, hanya enam indikator kinerja ekonomi yang dinilai mengalami perbaikan selama dua periode kepemimpinan SBY.

“Walaupun enam indikator mengalami perbaikan, masih terdapat beberapa catatan,” tegasnya. Erani mengatakan, enam indikator yang mengalami perbaikan adalah angka pertumbuhan ekonomi yang rata-rata berkisar 5-6%, kemudian peranan investasi yang meningkat 23% (2004) menjadi 31% tahun 2014 dengan pertumbuhan terus meningkat. Indikator lainnya adalah kinerja perbankan yang terus membaik, ditandai dengan perkembangan aset rata-rata tumbuh 16,44%, dana pihak ketiga (DPK) 15,88%, dan kredit 21,62%.

Selain itu, indikator persentase angka kemiskinan juga menunjukkan perbaikan dengan penurunan angka kemiskinan dari 16,66% pada 2004 menjadi 11,25% pada 2014. Sementara, tingkat pengangguran terbuka menurun, pekerja formal naik dari 29,38% menjadi 39,90% di 2013. Terakhir, indikator yang mengalami perbaikan adalah indeks pembangunan manusia (IPM) yang tercatat meningkat 7,45% dari 68,7 menjadi 73,45% pada 2013.

Erani mengatakan, meski enam indikator tersebut mengalami perbaikan, INDEF masih memberi beberapa catatan. Antara lain, pertumbuhan ekonomi yang masih didominasi sektor non-tradeable , penyebaran investasi belum merata, pengangguran terbuka masih banyak yang hanya bergeser ke sektor informal, penurunan angka kemiskinan, serta peningkatan IPM yang berjalan lambat.

Sedangkan, 10 indikator kinerja ekonomi yang mengalami kegagalan antara lain adalah ketimpangan yang melebar, terlihat dari rasio gini yang tercatat 0,32 menjadi 0,41. Indikator lainnya adalah deindustrialisasi, yang terlihat dari peran industri terhadap PDB yang merosot dari 28% pada 2004 menjadi 23,5% pada 2013.

Ria martati
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
38 menit yang lalu
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
10 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
10 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
11 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
11 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved