Aliran Modal Asing Terus Berlanjut

Senin, 01 Desember 2014 - 12:40 WIB
Aliran Modal Asing Terus...
Aliran Modal Asing Terus Berlanjut
A A A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis aliran modal asing ke pasar modal akan berlanjut tahun depan, terutama dari Korea Selatan dan Jepang.

Menurut Direktur Utama BEI Ito Warsito, kedua negara tersebut membutuhkan pertumbuhan yang cukup tinggi bagi investasinya.

Mereka melirik pasar saham di Indonesia karena dinilai sebagai tempat berinvestasi yang prospektif. Kendati demikian, Ito mengakui bahwa tahun depan akan ada kekhawatiran akibat bayang-bayang kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/ The Fed). Namun, dia menilai rencana tersebut tidak akan mengakibatkan turunnya likuiditas di pasar saham.

“Biasanya yang banyak terpengaruh itu di fixed income. Kalau di saham tidak banyak berpengaruh,” kata dia kepada wartawan di Jakarta akhir pekan lalu . Menurut Ito, aliran dana asing dari Jepang ke pasar modal Indonesia dinilai wajar karena saat ini di perekonomian Negeri Sakura itu sedang mengalami resesi. Karenapengelolaanportofolio harus memberikan hasil positif, para investor Jepang mencari tempat investasi yang memberikan return baik.

Dia mencontohkan, para pengelola dana pensiun di Jepang yang terus mencari tempat-tempat berinvestasi yang memberikan pertumbuhan tinggi. “Begitu juga Korea Selatan. Meski populasi jumlah kaum pensiunan belum sebanyak di Jepang, jumlahpendudukdisana jugaterusbertambah,” terangdia.

Di sisi lain, ujar Ito, pemerintah Jepang juga sudah memberi arahan di mana dana pensiun di negara itu boleh diinvestasikan di luar negeri hingga 25% dari total portofolio. Karena itulah, Ito optimistis Indonesia pasti kebagian aliran dana asing dari Jepang. “Investasi foreign direct investmentdari Jepang dan Korea akan semakin mengalir tahun depan. Juga memberi pengaruh positif ke investasi di bursa,” ucap dia.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 28 November 2014, pembelian investor asing sepanjang 2014 mencapai Rp50,55 triliun. Jumlah tersebut seiring dengan pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi kelima di dunia.

Menurut BEI, hingga akhir pekan lalu IHSG tumbuh 875,71 poin atau 20,49%, di bawah S&P Sensex (India) yang tumbuh 35,57%, SSE Comp (China) 26,79%, PSE Index (Filipina) 23,85%, serta SET Index (Thailand) 22,72%. Sebelumnya, PT Bahana Securities memproyeksikan tahun depan IHSG akan tumbuh dibandingkan tahun ini. Bahana memprediksi IHSG bakal berada pada kisaran 5.900.

”Tahun ini ekspektasi IHSG di level 5.300 dan 5.900 pada tahun depan,” kata Kepala Riset Bahana Securities Harry Su. Menurut dia, indeks saham di BEI akan ditopang oleh pertumbuhan earning per share (EPS) hingga angka 11,6%, di mana sektor telekomunikasi dan konsumer menjadi penopang utama.

Hermansah
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
17 menit yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
32 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
1 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
Infografis
Dewan Penasihat Danantara...
Dewan Penasihat Danantara Diisi Tokoh Asing, Ada Mantan PM Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved