Gara-gara BBM, Inflasi di Solo November 1,47%
Selasa, 02 Desember 2014 - 16:00 WIB
Gara-gara BBM, Inflasi di Solo November 1,47%
A
A
A
SOLO - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) pada November mencapai 1,47%.
Inflasi itu disebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlangsung pada November.
Kepala BPS Solo Bagus Rahmat Susanto mengatakan, kenaikan BBM yang terjadi beberapa waktu lalu memang memiliki dampak buruk di sektor perekonomian.
Menurutnya, harga kebutuhan pokok di pasaran ikut meningkat seiring kenaikan harga BBM. Kenaikan itu berlangsung tidak hanya sekali, bahkan pasca kenaikan BBM harga tersebut naik beberapa kali.
"Kenaikan harga kebutuhan pokok itu berkali-kali, padahal kenaikan harga BBM hanya terjadi sekali," katanya kepada wartawa di Solo, Selasa (2/12/2014).
Dia menjelaskan, tingginya inflasi di Solo menduduki peringkat ke dua di wilayah Provinsi Jawa Tengah setelah Kabupaten cilacap.
Angka inflasi pada Desember diperkirakan tidak jauh berbeda dengan November. Pasalnya, pada bulan ini diperkirakan bakal terjadi peningkatan harga kebutuhan pokok, menjelang Natal dan tahun baru.
"Biasanya untuk Desember itu harga kebutuhan pokok bakal meningkat seiring banyaknya permintaan. Selain itu peningkatan juga terjadi karena ongkos transportasi akibat BBM naik," terang Bagus.
Sementara, Kepala Bank Indonesia Solo Ismet Inono mengatakan, angka inflasi yang terjadi November jauh dari perkiraanya.
Menurut dia, nya perkiraan inflasi di Bulan November ini hanya berkisar pada angka 0,4 persen. Akan tetapi kenyataanya justru lebih dari dua kali lipat dibandingkan perkiraan awal.
Ismet menerangkan, faktor yang memengaruhi tingginya inflasi, di antaranya BBM, harga cabai rawit, dan tarif angkutan dalam dan luar Kota.
"Biasanya yang paling memberikan respons naiknya BBM itu Solo, namun kami prediksi kami kenaikannya tidak sebesar itu," katanya.
Pihaknya memperkirakan inflasi Desember masih tinggi yakni sekitar 1%. Hal itu terjadi lantaran belum adanya keseragaman harga tarif angkutan setelah kenaikan harga BBM.
Hal tersebut menjadi pemicu terjadinya inflasi tinggi di Kota Solo. "Kami perkirakan inflasi lebih rendah yakni di angka 1%, penyumbang lainnya setelah tarif angkutan adalah makanan dan tarif listrik," pungkasnya.
Inflasi itu disebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlangsung pada November.
Kepala BPS Solo Bagus Rahmat Susanto mengatakan, kenaikan BBM yang terjadi beberapa waktu lalu memang memiliki dampak buruk di sektor perekonomian.
Menurutnya, harga kebutuhan pokok di pasaran ikut meningkat seiring kenaikan harga BBM. Kenaikan itu berlangsung tidak hanya sekali, bahkan pasca kenaikan BBM harga tersebut naik beberapa kali.
"Kenaikan harga kebutuhan pokok itu berkali-kali, padahal kenaikan harga BBM hanya terjadi sekali," katanya kepada wartawa di Solo, Selasa (2/12/2014).
Dia menjelaskan, tingginya inflasi di Solo menduduki peringkat ke dua di wilayah Provinsi Jawa Tengah setelah Kabupaten cilacap.
Angka inflasi pada Desember diperkirakan tidak jauh berbeda dengan November. Pasalnya, pada bulan ini diperkirakan bakal terjadi peningkatan harga kebutuhan pokok, menjelang Natal dan tahun baru.
"Biasanya untuk Desember itu harga kebutuhan pokok bakal meningkat seiring banyaknya permintaan. Selain itu peningkatan juga terjadi karena ongkos transportasi akibat BBM naik," terang Bagus.
Sementara, Kepala Bank Indonesia Solo Ismet Inono mengatakan, angka inflasi yang terjadi November jauh dari perkiraanya.
Menurut dia, nya perkiraan inflasi di Bulan November ini hanya berkisar pada angka 0,4 persen. Akan tetapi kenyataanya justru lebih dari dua kali lipat dibandingkan perkiraan awal.
Ismet menerangkan, faktor yang memengaruhi tingginya inflasi, di antaranya BBM, harga cabai rawit, dan tarif angkutan dalam dan luar Kota.
"Biasanya yang paling memberikan respons naiknya BBM itu Solo, namun kami prediksi kami kenaikannya tidak sebesar itu," katanya.
Pihaknya memperkirakan inflasi Desember masih tinggi yakni sekitar 1%. Hal itu terjadi lantaran belum adanya keseragaman harga tarif angkutan setelah kenaikan harga BBM.
Hal tersebut menjadi pemicu terjadinya inflasi tinggi di Kota Solo. "Kami perkirakan inflasi lebih rendah yakni di angka 1%, penyumbang lainnya setelah tarif angkutan adalah makanan dan tarif listrik," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :