Serikat Pekerja Persoalkan Penetapan Direksi Pertamina

Selasa, 02 Desember 2014 - 21:49 WIB
Serikat Pekerja Persoalkan...
Serikat Pekerja Persoalkan Penetapan Direksi Pertamina
A A A
PALEMBANG - Penetapan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto dan jajaran direksi Pertamina lainnya yang baru oleh pemerintah pada 28 November lalu dipersoalkan.

Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju sebagai anggota Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menuntut agar pemerintah lebih transparan dalam menetapkan Dewan Direksi sesuai dengan proses, kriteria dan aturan Undang-Undang Minyak dan Gas (Migas).

“Karena ini sudah terjadi dan telah ditetapkan pemerintah, maka kami tidak menuntut mereka untuk mundur. Namun kami hanya menuntut proses dan kriteria menjadi dewan direksi,” kata Ketua SPP RU III Plaju, Dicky Firmansyah, Selasa (2/12/2014).

Menurut dia, ada empat nama dewan direksi yang telah ditetapkan pemerintah yakni Dwi Soetjipto berlatar belakang sebagai mantan Direktur Utama PT Semen Indonesia, Ahmad Bambang, eks Direktur PT Pertamina Trans Continental, Yenni Andayani, eks Supervisor Gas dan Power Pertamina dan Arief Budiman sebagai eks McKinsey.

Dia mengemukakan, ada enam poin sikap dari SPP RU III yakni penetapan Dirut Pertamina sama sekali tidak berlatar belakang migas. Padahal FSPPB pada 4 November lalu telah menyampaikan suara terhadap kriteria calon direksi.

“Kami menilai track record Dwi Soetjipto yang berlatar belakang industri semen kurang pas dan diyakini tak mampu menyelesaikan permasalahan sektor migas yang jauh lebih berat dan sangat komplek seperti peningkatan lifting minyak, membenahi sektor hulu dan hilir migas, upaya membangun kilang, perbaiki bisnis kapal tangker,” ujarnya.

Bukan itu saja, pihaknya menilai latar belakang dari Dirut Pertamina baru berpotensi mengancam kemajuan perusahaan dan kedaulatan energi nasional lantaran tak mampu menahan intervensi pihak tertentu dan pihak asing yang berkepentingan.

Mencermati konstelasi industri migas dan politik nasional dan internasional yang dikaitkan dengan suksesi kepemimpinan ditubuh Pertamina, kata dia, pihaknya menilai akan ada potensi yang mengarah pada keterpurukan perusahaan melalui skenario pembengkakan hutang Pertamina yang memudahkan masuknya investasi asing.

“Kami (SPP RU III) sebagai mitra dan stakeholder utama perusahaan akan selalu mengawasi kiprah dewan direksi Pertamina dalam memimpin perusahaan migas strategis ini dan mendesak dewan direksi mampu mengatakan tidak pada korupsi, divestasi, privatisasi dan intervensi,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved