KKP: Moratorium Tidak Hanya Urusi Kapal yang Bandel
Jum'at, 05 Desember 2014 - 18:01 WIB
KKP: Moratorium Tidak Hanya Urusi Kapal yang Bandel
A
A
A
JAKARTA - Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gellwynn Jusuf mengemukakan, proses moratorium yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama ini tidak hanya masalah fisik mengenai kapal yang bandel.
"Jadi intinya, kenapa kita melakukan moratorium ini, karena kita ingin mengurangi salah satunya kerugian akibat pencurian ikan dan tidak melulu membereskan urusan secara fisik soal kapal asing yang masuk kemudian mencuri dan membawa pergi," ujarnya di Gedung Mina Bahari I di Jakarta, Jumat (5/12/2014)
Dia mengatakan, KKP juga akan melakukan penataan evaluasi mendalam tentang status dari kapal-kapal yang diberikan izin, menggunakan bendera Indonesia, seperti sekarang.
"Nanti kita cek, apakah benar mereka mendaratkan kapalnya di Indonesia? Apa benar mereka membangun industri sehingga nilai tambah dari pengolahan itu diperoleh dan sebagainya," jelasnya.
Dia menegaskan, inilah proses moratorium yang sebetulnya dibutuhkan Indonesia. "Kita membutuhkan ini. Kita mengawasi sampai 30 April 2015. Kita harapkan sampai 30 April, semua dari 1.100 kapal yang kita tuju ini bisa selesai," tandasnya.
"Jadi intinya, kenapa kita melakukan moratorium ini, karena kita ingin mengurangi salah satunya kerugian akibat pencurian ikan dan tidak melulu membereskan urusan secara fisik soal kapal asing yang masuk kemudian mencuri dan membawa pergi," ujarnya di Gedung Mina Bahari I di Jakarta, Jumat (5/12/2014)
Dia mengatakan, KKP juga akan melakukan penataan evaluasi mendalam tentang status dari kapal-kapal yang diberikan izin, menggunakan bendera Indonesia, seperti sekarang.
"Nanti kita cek, apakah benar mereka mendaratkan kapalnya di Indonesia? Apa benar mereka membangun industri sehingga nilai tambah dari pengolahan itu diperoleh dan sebagainya," jelasnya.
Dia menegaskan, inilah proses moratorium yang sebetulnya dibutuhkan Indonesia. "Kita membutuhkan ini. Kita mengawasi sampai 30 April 2015. Kita harapkan sampai 30 April, semua dari 1.100 kapal yang kita tuju ini bisa selesai," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :