Inflasi Papua Barat November Lebih Rendah dari Nasional

Minggu, 07 Desember 2014 - 17:17 WIB
Inflasi Papua Barat...
Inflasi Papua Barat November Lebih Rendah dari Nasional
A A A
MANOKWARI - Bank Indonesia mencatat, pada November 2014, inflasi Papua Barat cukup baik yakni berada di angka 0,08% mtm dan 5,51% yoy atau lebih rendah dari laju inflasi nasional yang mencapai 1,50% mtm dan 6,23% yoy.

Gubernur Bank Indonesia Agus D W Martowardojo menuturkan, dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa direndam dengan deflasi pada kelompok bahan makanan, terutama pada sub kelompok ikan segar dan ikan diawetkan.

Lebih lanjut Agus mengungkap, selain mengendalikan inflasi, Indonesia juga harus bisa mengendalikan transaksi berjalan dan menjadikan pasar uang di Indonesia lebih aktif dan lebih besar.

"Untuk itu, kita perlu lakukan pasar uang di Indonesia agar lebih dalam, besar, dan likuid. Ini karena, pendalaman pasar uang bisa membuat stabilitas tukar uang lebih stabil," papar dia di Manokwari, Papua barat akhir pekan lalu.

Pertumbuhan ekonomi papua barat dalam dua kuartal terakhir mampu mencapai 7,9% dan 6,4% atau berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,1% pada kuartal II dan 5% pada kuartal III.

Menurut dia, walaupun mengalami perlambatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, rata-rata pertumbuhan ekonomi di provinsi Papua Barat selalu berada di atas pencapaian.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
Konsumsi Gula Harian...
Konsumsi Gula Harian Jangan Lebih dari 6 Sendok Teh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved