Di Hadapan Pengusaha, Susi Kampanyekan Slogan Baru KKP
Senin, 08 Desember 2014 - 14:21 WIB
Di Hadapan Pengusaha, Susi Kampanyekan Slogan Baru KKP
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengkampanyekan slogan baru kementerian yang dipimpinnya. Kampanye ini dilakukan Susi dihadapan pengusaha Indonesia yang menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2014.
"Saya ingin kampanyekan slogan KKP yang baru, 'Salam Indonesia anti illegal fishing'," ujar dia yang diikuti dengan tepuk tangan hadirin, di Pullman Hotel, Jakarta, Senin (8/12/2014).
Selain itu, Bos Susi Air ini juga memamerkan dua prestasinya kepada pengusaha. Salah satunya adalah harga ikan yang turun, yang menyebabkan masyarakat di beberapa wilayah dapat menikmati ikan tenggiri dan bawal putih dengan harga wajar.
"Pertama, berhasil membuat masyarakat di beberapa wilayah dengan harga ikan tenggiri dan bawal putih dengan harga yang wajar dan harga murah," jelasnya.
Dia menambahkan, di saat sektor lain menyumbangkan inflasi, sektor perikanan justru menyumbang deflasi pada November 2014.
"Perikanan secara signifikan menyumbang deflasi. Saat semua sektor menyumbang inflasi, perikanan sumbang deflasi," tandas Susi.
"Saya ingin kampanyekan slogan KKP yang baru, 'Salam Indonesia anti illegal fishing'," ujar dia yang diikuti dengan tepuk tangan hadirin, di Pullman Hotel, Jakarta, Senin (8/12/2014).
Selain itu, Bos Susi Air ini juga memamerkan dua prestasinya kepada pengusaha. Salah satunya adalah harga ikan yang turun, yang menyebabkan masyarakat di beberapa wilayah dapat menikmati ikan tenggiri dan bawal putih dengan harga wajar.
"Pertama, berhasil membuat masyarakat di beberapa wilayah dengan harga ikan tenggiri dan bawal putih dengan harga yang wajar dan harga murah," jelasnya.
Dia menambahkan, di saat sektor lain menyumbangkan inflasi, sektor perikanan justru menyumbang deflasi pada November 2014.
"Perikanan secara signifikan menyumbang deflasi. Saat semua sektor menyumbang inflasi, perikanan sumbang deflasi," tandas Susi.
(gpr)
Lihat Juga :