JK Janji Naikkan Anggaran Infrastruktur Jadi Rp400 T
Selasa, 09 Desember 2014 - 11:23 WIB
JK Janji Naikkan Anggaran Infrastruktur Jadi Rp400 T
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menjanjikan anggaran infrastruktur tahun depan akan naik dua kali lipat, dari sebelumnya Rp150 triliun sampai Rp200 triliun menjadi Rp300 triliun sampai Rp400 triliun.
Hal ini disampaikan JK dihadapan para pengusaha jasa konstruksi, dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi).
"Ini anggaran konstruksi lebih baik dan lebih tinggi dari sebelumnya. Sebelumnya di atas Rp150-Rp200 triliun, kita harap jadi Rp300-Rp400 triliun. Itu anggaran kita mau capai 20%-25% dari APBN, dulu cuma 10%. Itu yang mau capai agar ada kontribusi bagi bangsa ini," ujarnya di hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (9/12/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, hal tersebut dikarenakan pemerintah telah mengambil keputusan mengurangi subsidi BBM yang sangat besar. Subsidi tersebut pada akhirnya dialihkan dari sektor konsumtif menjadi sektor produktif.
"Dan saat yang sama harga BBM penurunan, jadi ada dana untuk pembangunan dan 60%-70% itu konstruktif," tambahnya.
Selain itu, JK juga berharap penerimaan pajak membaik. Sebab, turunnya anggaran infrastruktur tersebut juga dikarenakan penerimaan negara yang turun.
"Walaupun kita juga ada akibat lain, penerimaan negara turun sehingga enggak semua terserap ke pembangunan. Diharapkan pajak naik, penghematan, ekonomi naik, dan ada pajak yang lebih tinggi," pungkas dia.
Hal ini disampaikan JK dihadapan para pengusaha jasa konstruksi, dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi).
"Ini anggaran konstruksi lebih baik dan lebih tinggi dari sebelumnya. Sebelumnya di atas Rp150-Rp200 triliun, kita harap jadi Rp300-Rp400 triliun. Itu anggaran kita mau capai 20%-25% dari APBN, dulu cuma 10%. Itu yang mau capai agar ada kontribusi bagi bangsa ini," ujarnya di hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (9/12/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, hal tersebut dikarenakan pemerintah telah mengambil keputusan mengurangi subsidi BBM yang sangat besar. Subsidi tersebut pada akhirnya dialihkan dari sektor konsumtif menjadi sektor produktif.
"Dan saat yang sama harga BBM penurunan, jadi ada dana untuk pembangunan dan 60%-70% itu konstruktif," tambahnya.
Selain itu, JK juga berharap penerimaan pajak membaik. Sebab, turunnya anggaran infrastruktur tersebut juga dikarenakan penerimaan negara yang turun.
"Walaupun kita juga ada akibat lain, penerimaan negara turun sehingga enggak semua terserap ke pembangunan. Diharapkan pajak naik, penghematan, ekonomi naik, dan ada pajak yang lebih tinggi," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :