Pertamina Yakin Kapasitas Kilang Naik Jadi 1,6 Juta Bph
Rabu, 10 Desember 2014 - 10:32 WIB
Pertamina Yakin Kapasitas Kilang Naik Jadi 1,6 Juta Bph
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) meyakini bahwa kapasitas kilangnya naik menjadi 1,6 juta barel per hari (bph), setelah menandatangani nota kesepahaman upgrading lima kilang minyak dengan tiga perusahaan migas dunia.
Direktur Pengolahan Pertamina Rahmad Hardadi menegaskan, melalui upaya tersebut kapasitas kilangnya berlipat dari sebelumnya 820.000 barel per hari (bph) menjadi 1.680 juta bph.
"Hari ini kalau bicara kebutuhan energi, khususnya BBM kebutuhannya 1,6 juta barel per hari, kemampuan Pertamina hanya 800 ribu barel per hari. Kerja sama ini diharapkan berlangsung cepat, karena dukungan pemerintah pun kuat," ujarnya di Gedung Pertamina, Jakarta, Rabu (10/12/2014).
Sementara, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin meningkat seiring empat tahun proses upgrading tersebut, pihaknya juga tengah mengupayakan pembangunan kilang baru di beberapa wilayah yang masih dirahasiakan.
"Untuk 1,6 juta barel itu keperluan hari ini. Sementara pertumbuhan ekonomi sekitar 6%. Yang 1,6 juta bph akan ditutup oleh RDMP, kalau yang pertumbuhan 6% akan didukung dengan pembangunan kilang baru," jelasnya.
Sekadar informasi, tiga perusahaan migas dunia itu adalah Saudi Aramco yang akan mengembangkan kilang di Dumai, Cilacap, serta Balongan. Kemudian China Petroleum&Chemical Corporation untuk kilang Plaju, serta JX Nippon Oil&Energy Corporation untuk kilang Balikpapan.
(Baca: Pertamina Teken MoU Tingkatkan Kapasitas Lima Kilang)
Direktur Pengolahan Pertamina Rahmad Hardadi menegaskan, melalui upaya tersebut kapasitas kilangnya berlipat dari sebelumnya 820.000 barel per hari (bph) menjadi 1.680 juta bph.
"Hari ini kalau bicara kebutuhan energi, khususnya BBM kebutuhannya 1,6 juta barel per hari, kemampuan Pertamina hanya 800 ribu barel per hari. Kerja sama ini diharapkan berlangsung cepat, karena dukungan pemerintah pun kuat," ujarnya di Gedung Pertamina, Jakarta, Rabu (10/12/2014).
Sementara, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin meningkat seiring empat tahun proses upgrading tersebut, pihaknya juga tengah mengupayakan pembangunan kilang baru di beberapa wilayah yang masih dirahasiakan.
"Untuk 1,6 juta barel itu keperluan hari ini. Sementara pertumbuhan ekonomi sekitar 6%. Yang 1,6 juta bph akan ditutup oleh RDMP, kalau yang pertumbuhan 6% akan didukung dengan pembangunan kilang baru," jelasnya.
Sekadar informasi, tiga perusahaan migas dunia itu adalah Saudi Aramco yang akan mengembangkan kilang di Dumai, Cilacap, serta Balongan. Kemudian China Petroleum&Chemical Corporation untuk kilang Plaju, serta JX Nippon Oil&Energy Corporation untuk kilang Balikpapan.
(Baca: Pertamina Teken MoU Tingkatkan Kapasitas Lima Kilang)
(izz)
Lihat Juga :