Emas Menguat Dipicu Terkoreksinya Saham dan USD

Kamis, 11 Desember 2014 - 09:46 WIB
Emas Menguat Dipicu...
Emas Menguat Dipicu Terkoreksinya Saham dan USD
A A A
SINGAPURA - Harga emas global menguat ke level tertinggi dalam lebih dari enam pekan karena terkoreksinya dolar Amerika Serikat (USD) dan pasar saham global, sehingga mendorong permintaan untuk emas.

Hal ini juga didukung meningkatnya kepemilikan aset SPDR Gold Trust ke level tertinggi dalam satu bulan.

Kepemilikan aset di SPDR Gold Trust naik menjadi 724,8 metrik ton, terbesar sejak 10 November 2014. Jumlah aset tersebut sepanjang tahun ini turun 9,2% karena daya tarik emas di mata investor berkurang setelah Fed mengakhiri program pembelian obligasi.

Emas untuk pengiriman segera naik 0,4% menjadi USD1.231,41 per ons, dan diperdagangkan di USD1.229,79 pada pukul 08.54 pagi di Singapura.

Pada 9 Desember lalu, emas berada pada level tertinggi sejak 23 Oktober menjadi USD1.238,32, namun kemarin terkoreksi karena anjloknya harga minyak yang memicu kekhawatiran deflasi.

Harga minyak mentah di New York dan London telah jatuh ke posisi terendah dalam lima tahun terakhir dan lebih dari 40% dari posisi tertinggi di tahun ini pada Juni lalu, sehingga berimbas pada anjloknya saham sektor energi.

Sementara USD juga jatuh untuk hari keempat, kemerosotan terpanjang sejak Juli menjelang pertemuan Federal Reserve (the Fed) pada pekan depan untuk membahas waktu kenaikan suku bunga pertama sejak 2006.

"Penurunan di pasar saham telah meningkatkan risk aversion, yang mendorong harga logam mulia," kata analis Nanhua Futures Co Xia Yingying seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (11/12/2014).

Menurut dia, emas harus bersaing dengan harga minyak yang lebih rendah. Namun, yang menjadi hambatan terbesar terhadap kenaikan harga emas adalah menguatnya USD karena investor menunggu langkah lanjutan dari the Fed.

Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari naik 0,2% menjadi USD1.231,30 per ons setelah pada 9 Desember turun dari level tertinggi enam pekan.

Sementara perak untuk pengiriman segera naik 0,4% menjadi USD17,1269 per ons setelah kemarin naik ke USD17,3205, harga tertinggi sejak 29 Oktober 2014.

Spot platinum naik 0,6% menjadi USD1.248,75 per ons, sedangkan paladium naik 0,4% menjadi USD817,50 setelah kemarin naik ke USD822,25 per ons, level tertinggi sejak 24 September 2014.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Harga Emas Masih Bertengger...
Harga Emas Masih Bertengger di Rp932 Ribu per Gram
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
7 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
8 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
9 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
9 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
11 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
12 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved