BTN Gandeng Enam Perusahaan untuk Tingkatkan KPR
Kamis, 11 Desember 2014 - 10:13 WIB
BTN Gandeng Enam Perusahaan untuk Tingkatkan KPR
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng enam perusahaan untuk memperlebar ekspansi bisnis kredit pemilikan rumah (KPR) perseroan.
Adapun, keenam perusahaan tersebut yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), PT Property Bali Benoa, Pancanaka Group, PT Duta Senawijaya Mandiri, PT Adhi Persada Properti, dan Ciputra Sub Holding I. “Target pemenuhan penyaluran kredit harus diupayakan dari berbagai strategi termasuk kerja sama dengan perusahaan dan pengembang,” ujar Direktur Utama BTN Maryono usai perayaan Ulang Tahun Ke-38 KPR BTN, di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, kerja sama dengan Alfamart dan Bali Benoa meliputi kerja sama pemanfaatan produk, jasa dan layanan perbankan. Sementara, kerja sama dengan tiga pengembang dilakukan dalam penyediaan fasilitas kredit. Menurutnya, tahun depan diharapkan akan banyak pengembang dan perusahaan yang diajak bekerja sama. Sehingga, target pembiayaan tahun depan sekitar 17-18% bisa tercapai.
“Saya masih optimistis dengan prospek tahun 2015 khususnya pembiayaan perumahan. Ini didukung pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,6-5,9%, asumsi program presiden berjalan. Dan, yang paling penting kebutuhan masyarakat akan rumah masih tinggi,” tegasnya.
Sementara, Direktur Business Development Alfamart Hans Harischandra Tanuraharjo mengungkapkan, kerja sama dengan BTN salah satunya penyediaan pembiayaan rumah untuk karyawan Alfamart. Saat ini jumlah karyawan Alfamart mencapai 90.000 di seluruh Indonesia. Adapun dalam kerja sama business to business, Alfamart akan menjadi agen pembayaran bagi nasabah KPR BTN yang ingin membayar tagihannya.
Alfamart juga mengajak BTN untuk masuk ke dalam jaringan ATM Club. “Ini tentu akan memudahkan nasabah BTN bisa kapan saja membayar tagihannya lewat Alfamart,” jelas dia. Sementara, kemarin BTN merayakan ulang tahun bisnis kredit pembiayaan rumah (KPR) yang ke-38 tahun. Selama puluhan tahun tersebut BTN telah menyalurkan KPR mencapai Rp120,99 triliun.
Maryono mengatakan, berdasarkan data Bank BTN, sejak realisasi 10 Desember 1976 hingga November 2014 ini telah direalisasi rumah sebanyak 3.371.958 unit yang terdiri hunian subsidi sebanyak 2.562.043 unit (76%) dan hunian non subsidi sebanyak 809.915 unit (24%) dengan total kredit mencapai Rp120,99 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari KPR Subsidi sebesar Rp56,58 triliun(46,8%) dan KPR non-subsidi sebesar Rp64,41 triliun(53,2%).
“Bank BTN tak pernah berhenti dalam berkarya memenuhi tuntutan core business-nya dalam pembiayaan perumahan di Indonesia. Selalu saja ada terobosan untuk meningkatkan peran Bank BTN sebagai bank fokus perumahan (mortgage bank ),” ujarnya.
Dia menjelaskan, kebutuhan rumah akan terus berjalan, tumbuh dan terus akan tumbuh. Para pelaku usaha terkait pembangunan perumahan di Indonesia termasuk perbankan sebagai pendukung pembiayaan harus siap.
“Kami siap mengawal tugas mulia dalam menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia. Sebagai bank yang fokus pembiayaan perumahan, Bank BTN akan memberikan peran lebih besar dalam mendukung Pemerintah menyiapkan program rumah nasional bagi masyarakat menengah bawah,” jelasnya.
Maryono mengharapkan, peringatan HUT Ke-38 KPR BTN dapat menjadi momentum di bawah kepemimpinan pemerintahan baru dalam melakukan perbaikan di bidang perumahan nasional, baik itu dalam perbaikan dari sisi supply, demand, ataupun kebijakan pusat dan daerah yang probisnis dan prorakyat.
Rakhmat baihaqi
Adapun, keenam perusahaan tersebut yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), PT Property Bali Benoa, Pancanaka Group, PT Duta Senawijaya Mandiri, PT Adhi Persada Properti, dan Ciputra Sub Holding I. “Target pemenuhan penyaluran kredit harus diupayakan dari berbagai strategi termasuk kerja sama dengan perusahaan dan pengembang,” ujar Direktur Utama BTN Maryono usai perayaan Ulang Tahun Ke-38 KPR BTN, di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, kerja sama dengan Alfamart dan Bali Benoa meliputi kerja sama pemanfaatan produk, jasa dan layanan perbankan. Sementara, kerja sama dengan tiga pengembang dilakukan dalam penyediaan fasilitas kredit. Menurutnya, tahun depan diharapkan akan banyak pengembang dan perusahaan yang diajak bekerja sama. Sehingga, target pembiayaan tahun depan sekitar 17-18% bisa tercapai.
“Saya masih optimistis dengan prospek tahun 2015 khususnya pembiayaan perumahan. Ini didukung pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,6-5,9%, asumsi program presiden berjalan. Dan, yang paling penting kebutuhan masyarakat akan rumah masih tinggi,” tegasnya.
Sementara, Direktur Business Development Alfamart Hans Harischandra Tanuraharjo mengungkapkan, kerja sama dengan BTN salah satunya penyediaan pembiayaan rumah untuk karyawan Alfamart. Saat ini jumlah karyawan Alfamart mencapai 90.000 di seluruh Indonesia. Adapun dalam kerja sama business to business, Alfamart akan menjadi agen pembayaran bagi nasabah KPR BTN yang ingin membayar tagihannya.
Alfamart juga mengajak BTN untuk masuk ke dalam jaringan ATM Club. “Ini tentu akan memudahkan nasabah BTN bisa kapan saja membayar tagihannya lewat Alfamart,” jelas dia. Sementara, kemarin BTN merayakan ulang tahun bisnis kredit pembiayaan rumah (KPR) yang ke-38 tahun. Selama puluhan tahun tersebut BTN telah menyalurkan KPR mencapai Rp120,99 triliun.
Maryono mengatakan, berdasarkan data Bank BTN, sejak realisasi 10 Desember 1976 hingga November 2014 ini telah direalisasi rumah sebanyak 3.371.958 unit yang terdiri hunian subsidi sebanyak 2.562.043 unit (76%) dan hunian non subsidi sebanyak 809.915 unit (24%) dengan total kredit mencapai Rp120,99 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari KPR Subsidi sebesar Rp56,58 triliun(46,8%) dan KPR non-subsidi sebesar Rp64,41 triliun(53,2%).
“Bank BTN tak pernah berhenti dalam berkarya memenuhi tuntutan core business-nya dalam pembiayaan perumahan di Indonesia. Selalu saja ada terobosan untuk meningkatkan peran Bank BTN sebagai bank fokus perumahan (mortgage bank ),” ujarnya.
Dia menjelaskan, kebutuhan rumah akan terus berjalan, tumbuh dan terus akan tumbuh. Para pelaku usaha terkait pembangunan perumahan di Indonesia termasuk perbankan sebagai pendukung pembiayaan harus siap.
“Kami siap mengawal tugas mulia dalam menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia. Sebagai bank yang fokus pembiayaan perumahan, Bank BTN akan memberikan peran lebih besar dalam mendukung Pemerintah menyiapkan program rumah nasional bagi masyarakat menengah bawah,” jelasnya.
Maryono mengharapkan, peringatan HUT Ke-38 KPR BTN dapat menjadi momentum di bawah kepemimpinan pemerintahan baru dalam melakukan perbaikan di bidang perumahan nasional, baik itu dalam perbaikan dari sisi supply, demand, ataupun kebijakan pusat dan daerah yang probisnis dan prorakyat.
Rakhmat baihaqi
(ars)