Pengembangan Bandara Halim Diundur Tahun Depan

Jum'at, 12 Desember 2014 - 09:49 WIB
Pengembangan Bandara...
Pengembangan Bandara Halim Diundur Tahun Depan
A A A
JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menyatakan pengembangan Bandara Halim Perdanakusuma yang seharusnya mulai melakukan konstruksi pada November 2014 diundur hingga tahun depan.

Direktur Pengembangan Usaha Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan, dalam proyek tersebut perseroannya memang bertindak sebagai pembuat desain dan membangun konstruksinya, namun untuk penyelesaian izin maupun legalitas di luar kapasitas perseroan dalam kontrak yang telah disepakati.

”Bandara Halim masih dalam pematangan detail and build yang akan terus disesuaikan, untuk pengerjaannya mulai dilaksanakan tahun depan,” kata Pundjung dalam jumpa pers di Jakarta kemarin. AdhiKaryamemperolehkontrak pengembangan Bandara Halim dari anak usaha Lion Group, yaitu PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS), dan Induk Koprasi TNI AU (Inkopau).

Nilai investasi pengembangan bandara sebesar Rp5 triliun tersebut seharusnya dilakukan mulai November 2014 lalu. Meski demikian, karena masih belum rampungnya masalah legalitas di bandara tersebut, akibatnya proyek pengembangannya harus tertunda. Mahkamah Agung (MA) sebelumnya memutuskan dan memerintahkan Inkopau dan PT Angkasa Pura II (APII) untuk mengosongkan aset penerbangan sipil di Bandara Halim Perdanakusuma.

MA menyerahkan pengelolaan kepada PT Angkasa Transportindo Selaras. Lion Group menguasai saham 80% di ATS, sedangkan Inkopau memiliki 20% saham di ATS. Dalam perjanjian itu, Inkopau memberi restu kepada Lion Group untuk mengelola lahan seluas 21 hektare itu di Bandara Halim.

”Informasi terakhir (legalitasnya) masih sedang diupayakan, kepada Lion Group kami harap dengan adanya pemerintahan baru ini mereka dapat mengeksekusi (proyek) ini lebih cepat,” harapnya. Corporate Communication Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata, menambahkan, pada tahun depan perseroan membidik kontrak baru sebesar Rp15,2 triliun dengan pendapatan sekitar Rp13,2 triliun.

Adapun laba bersih ADHI hingga akhir 2015 diproyeksikan mencapai Rp440,1 miliar. ”Sampai dengan akhir November 2014 kami telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp6,3 triliun atau setara 39% dari target Rp15,2 triliun,” paparnya.

Heru febrianto
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
25 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
41 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved