Pesawat Buatan Perusahaan Habibie Bidik Pasar Jabar

Rabu, 24 Desember 2014 - 05:43 WIB
Pesawat Buatan Perusahaan...
Pesawat Buatan Perusahaan Habibie Bidik Pasar Jabar
A A A
BANDUNG - PT Regio Aviasi Industri (RAI) membidik pangsa pasar Jawa Barat (Jabar) yang akan memiliki Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka.

Perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki mantan presiden RI BJ Habibie ini akan mulai memproduksi pesawat komersial R80 awal 2019.

"Kami akan membuat pesawat kecil awal 2019, ukurannya tidak sebesar Boeing. Pesawat ini mampu mengangkut 80-90 penumpang," ungkap Komisaris PT RAI Ilham Habibie kepada wartawan, belum lama ini.

Pihaknya membidik Bandara Pangandaran yang tergolong bandara kecil untuk kemudian menghubungkannya dengan BIJB di Majalengka.

"R80 akan memiliki peran sebagai penghubung BIJB dan Pangandaran, diharapkan frekuensi penerbangannya tinggi," katanya.

Hingga kini pihaknya telah mendapat pesanan sebanyak 145 pesawat dari tiga maskapai nasional. Rinciannya 100 pesawat untuk Nam Air (anak perusahaan Sriwijaya Air), 20 pesawat untuk Kalstar dan 25 pesawat untuk Trigana Air.

"Pesawat ini dibanderol dengan harga sekitar USD22-25 juta per unit," ungkap dia.

Ilham menjelaskan, pesawat ini tergolong kelas kecil karena walaupun mampu menempuh jarak maskimal hingga 1.000 Km, pesawat ini dikhusukan untuk jarak dekat di bawah 400 Km.

"Pesawat kecil sangat cocok untuk Indonesia yang belum memiliki sistem transportasi darat terpadu," katanya.

Menurutnya, moda transportasi ini terbilang lebih efektif karena waktu tempuh yang lebih cepat jika dibandingkan dengan mobil ataupun kereta api.

Dia mencontohkan waktu tempuh transportasi darat dari Surabaya ke Banyuwangi mencapai 8 jam. Sementara dengan menggunakan pesawat hanya 45 menit.

"Pesawat kecil juga sangat cocok untuk transportasi antar pulau. Pesawat untuk angkut orang, sedangkan kapal laut untuk barang," imbuhnya.

Selain memproduksi pesawat komersial, pihaknya juga berencana membuat pesawat untuk keperluan militer. Namun mungkin baru bisa terlaksana di atas 2020.

Menyinggung kemungkinan Initial Public Offering (IPO), dia mengaku bahwa RAI belum berencana melakukannya. Pasalnya, banyak instrumen keuangan yang bisa dipilih.

"Tapi soal mana yang cocok, jangan tanyakan ke saya karena saya buka ahli keuangan. Namun begitu, tidak menutup kemungkinan kami melantai di bursa saham," pungkas Ilham.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Kolaborasi Industri Aviasi dalam Penggunaan SAF
Profil Perusahaan BUMN...
Profil Perusahaan BUMN Injourney, PT Aviasi Pariwisata Indonesia
USG Kolaborasikan Program...
USG Kolaborasikan Program Bisnis dengan Sekolah Pilot Berkompetensi Industri
AP1 Dukung Pembentukan...
AP1 Dukung Pembentukan InJourney Airports dan Transformasi Industri Aviasi
Setelah Labuan Bajo...
Setelah Labuan Bajo dan Mandalika, Kini Giliran Likupang Dapat Pelatihan Hospitality dari InJourney
Tiga Maskapai Rute Penerbangan...
Tiga Maskapai Rute Penerbangan Internasional Lakukan Pendaratan Perdana di Bandara I Gusti Ngurah Rai
Berita Terkini
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
39 menit yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
1 jam yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
11 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
11 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
11 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
12 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved