Investor Kurangi Kepemilikan, Harga Emas Turun

Senin, 29 Desember 2014 - 09:57 WIB
Investor Kurangi Kepemilikan,...
Investor Kurangi Kepemilikan, Harga Emas Turun
A A A
SINGAPURA - Harga emas global turun karena dolar Amerika Serikat (USD) naik mendekati level tertinggi dalam lima tahun dan investor mengurangi kepemilikan di SPDR Gold Trust, sehingga membatasi permintaan.

Emas untuk pengiriman segera susut sebanyak 0,3% menjadi USD1.192,55 per ons dari penutupan 26 Desember, dan diperdagangkan di USD1.195,39 pukul 09.49 pagi di Singapura. Logam menguat 2,2% pada 26 Desember di tengah spekulasi bahwa China sebagai konsumen emas terbesar akan melakukan sejumlah langkah untuk mendongkrak perekonomiannya.

Emas menuju penurunan kuartal II karena akan dinaikkannya suku bunga, yang meningkatkan dolar Amerika Serikat (USD). USD diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam lima tahun setelah naik selama sembilan dari 10 pekan terakhir.

Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir pada 26 Desember 2014, dan mengalami kontraksi bulanan untuk kali kelima berturut-turut.

"Kenaikan USD baru-baru ini memberi tekanan pada harga emas. The Fed bergerak lebih dekat untuk menaikkan suku bunganya. Ini bukan pertanda baik untuk emas," kata analis ekonomi makro di Everbright Futures Co Sun Yonggang seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (29/12/2014).

Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari melemah 0,2% menjadi USD1.192,40 per ons, dan diperdagangkan di USD1.195,20. Volume perdagangan berjangka sebesar 20% di atas rata-rata 100 hari.

Sementara perak untuk pengiriman segera naik 1% menjadi USD16,2279 per ons, memperpanjang kenaikan sebesar 2,2% pada 26 Desember 2014. Sedangkan spot platinum turun 0,3% menjadi USD1,213.44 per ons, dan paladium diperdagangkan pada USD817,55 per ons dari sebelumnya USD818,19.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Jeblok Lagi, Harga Emas...
Jeblok Lagi, Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved