KKP Targetkan Produksi Garam 3,3 Juta Ton
Kamis, 08 Januari 2015 - 10:34 WIB
KKP Targetkan Produksi Garam 3,3 Juta Ton
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi garam pada 2015 bisa mencapai 3,3 juta ton. Produksi tersebut berasal dari lahan seluas 28.000 hektare (ha).
“Produksi garam 3,3 juta ton insya Allah bisa tercapai. Pada 2014, dengan kemarau hanya 3,5 bulan saja, sudah bisa melebihi target. Seandainya kemarau normal pada 2015, harapannya bisa mencapai target,” kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Ditjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP Riyanto Basuki di Jakarta kemarin.
Berdasarkan catatan KKP, produksi garam sepanjang 2014 mencapai 2.502.891 ton atau melebihi target yang ditetapkan sebesar 2.500.000 ton. Dari total produksi garam itu, garam berkualitas KP1 (basah) baru mencapai 35%. “Kita harap 2015 bisa meningkat 50-60% mencapai target kualitas garam KP1,” ujarnya.
Menurut Riyanto, ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas garam seperti masalah lahan yang terfragmentasi, teknologi dan kebiasaan petani garamatau penambak. Pihaknya akanterusberupaya untukmengatasi kendala tersebut guna meningkatkan produktivitas dan kualitas garam demi memenuhi target produksi 2015.
Demi meningkatkan produktivitas dan kualitas garam, pihaknya menilai perlu dilakukan penyatuan lahan. Pasalnya, saat ini penguasaan lahan per petani garam yang mencapai 0,27 hektare masih dianggap tidak efisien. “Idealnya 5 hektare untuk melakukan kegiatan garam lebih efisien dan menghasilkan garam yang kualitasnya lebihbaik. Meski penyatuan lahan ini memang agak kompleks karena menyangkut kepemilikan,” ujarnya.
Selanjutnya, kataRiyanto, petani garam perlu memaksimalkan penggunaan sistem teknologi ulir filter (TUF) serta menerapkan pengolahan produksi dengan sistem geomembran untuk meningkatkan kualitas garam. “Dengan TUF, evaporasi akan berlangsung lebih cepat sehingga air tua bisa cepat terbentuk untuk menghasilkan kristal garam,” tuturnya.
Ant
“Produksi garam 3,3 juta ton insya Allah bisa tercapai. Pada 2014, dengan kemarau hanya 3,5 bulan saja, sudah bisa melebihi target. Seandainya kemarau normal pada 2015, harapannya bisa mencapai target,” kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Ditjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP Riyanto Basuki di Jakarta kemarin.
Berdasarkan catatan KKP, produksi garam sepanjang 2014 mencapai 2.502.891 ton atau melebihi target yang ditetapkan sebesar 2.500.000 ton. Dari total produksi garam itu, garam berkualitas KP1 (basah) baru mencapai 35%. “Kita harap 2015 bisa meningkat 50-60% mencapai target kualitas garam KP1,” ujarnya.
Menurut Riyanto, ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas garam seperti masalah lahan yang terfragmentasi, teknologi dan kebiasaan petani garamatau penambak. Pihaknya akanterusberupaya untukmengatasi kendala tersebut guna meningkatkan produktivitas dan kualitas garam demi memenuhi target produksi 2015.
Demi meningkatkan produktivitas dan kualitas garam, pihaknya menilai perlu dilakukan penyatuan lahan. Pasalnya, saat ini penguasaan lahan per petani garam yang mencapai 0,27 hektare masih dianggap tidak efisien. “Idealnya 5 hektare untuk melakukan kegiatan garam lebih efisien dan menghasilkan garam yang kualitasnya lebihbaik. Meski penyatuan lahan ini memang agak kompleks karena menyangkut kepemilikan,” ujarnya.
Selanjutnya, kataRiyanto, petani garam perlu memaksimalkan penggunaan sistem teknologi ulir filter (TUF) serta menerapkan pengolahan produksi dengan sistem geomembran untuk meningkatkan kualitas garam. “Dengan TUF, evaporasi akan berlangsung lebih cepat sehingga air tua bisa cepat terbentuk untuk menghasilkan kristal garam,” tuturnya.
Ant
(ars)