Pemerintah Diminta Cari Dirut Bank BUMN Pro Konsolidasi

Kamis, 08 Januari 2015 - 20:42 WIB
Pemerintah Diminta Cari...
Pemerintah Diminta Cari Dirut Bank BUMN Pro Konsolidasi
A A A
JAKARTA - Sejumlah kalangan meminta pemerintah memilih direktur utama bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki visi dan komitmen kuat terhadap konsolidasi perbankan.

Hal ini dibutuhkan mengingat dalam 5-10 tahun ke depan, bank-bank BUMN menghadapi persaingan sengit dengan pemain asing.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistyaningsih mengatakan, konsolidasi perbankan amat dibutuhkan untuk menghadapi liberalisasi perbankan MEA 2020.

"Kala itu, bank-bank berstatus Qualified Asean Banks (QAB) akan bebas berekspansi ke berbagai negara ASEAN," ujarnya, Kamis (8/1/2015).

Untuk menghadapi hal tersebut, bank-bank BUMN harus melakukan konsolidasi dan itu dapat dimulai dari bank-bank BUMN.

Tantangannya adalah bank-bank nasional menghadapi bank-bank ASEAN yang memiliki modal besar, jika tidak dapat menambah modal, satu-satunya cara adalah melalui konsolidasi.

"Dapat kita bandingkan dengan Maybank yang memiliki modal hingga USD 50 miliar atau setara sekitar Rp 500 triliun. Bandingkan dengan Bank Mandiri yang modalnya hanya Rp 100 triliun,” jelas Lana.

Menurutnya, ‎sebagai pemegang saham, pemerintah memiliki wewenang mengatur aset dan pengelolaan bank-bank milik negara.

Untuk itu, pemerintah harus mencari kandidat dirut bank BUMN yang mampu menjawab tantangan zaman dalam 10 tahun ke depan.

“Saya yakin pemerintah tentu akan memilih orang yang sesuai dengan visi konsolidasi perbankan,” paparnya.

Lana mengatakan, pemerintah harus dapat menyuntik modal bank-bank BUMN untuk mengatasi persaingan dengan bank-bank asing.

Namun, jika Bank Mandiri dengan Bank BNI dikonsolidasikan dapat menambah modal sekitar Rp200-300 triliun.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
8 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
8 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
9 jam yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
9 jam yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
9 jam yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
9 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved