Belanja Infrastruktur Bertambah Rp100 Triliun

Jum'at, 09 Januari 2015 - 21:17 WIB
Belanja Infrastruktur...
Belanja Infrastruktur Bertambah Rp100 Triliun
A A A
JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajukan penambahan anggaran belanja infrastruktur sebesar Rp100 triliun. Di mana peningkatan infrastruktur menjadi salah satu prioritas program pemerintahan Jokowi-JK.

Melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro pemerintah menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2015, yang diterima langsung Ketua DPR Setya Novanto.

"Belanja infrastruktur naik tajam dari Rp190 triliun menjadi Rp 290 triliun, sehingga peningkatannya mencapai Rp100 triliun," ujar Bambang kepada waratwan usai penyerahan RAPBN-P 2015 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (9/1/2014).

Bambang menjelaskan, belanja infrastruktur tersebut akan dikelola oleh tiga kementerian yang akan mendapat tambahan belanja terbesar terkait infrastruktur, yakni Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Pertanian (Kementan).

"Sektor pertanian mendapat tambahan besar, karena ada tujuan untuk menciptakan kedaulatan pangan bagi rakyat Indonesia," jelas Bambang.

Selain itu, lanjut dia, dalam RAPBNP 2015 defisit anggaran berhasil diturunkan dari 2,2% menjadi 1,9%. Penerimaan pajak juga meningkat dari Rp1.200 triliun menjadi Rp1.300 triliun. Kemudian, pemerintah memberikan tambahan modal kepada perusahaan-perusahaan BUMN.

"Agar, (BUMN) bisa ikut mengerjakan project infrastruktur," imbuhnya

Karena itu, Bambang mengharapkan dukungan agar DPR sudah bisa membahas RAPBN-P 2015 ini pekan depan, dan bisa menyelesaikan tepat pada waktunya. Di mana, masa sidang kedua DPR akan berakhir sekitar 18 Februari 2015.

"Kami yakin dengan kerja sama yang baik antara DPR dengan pemerintah, RAPBNP 2015 kita harapkan bisa memberikan kesejahteraan lebih besar kepada rakyat kita, bisa diselesaikan dan dibahas tentu keluar dengan hasil yang baik bagi kita semua," tandasnnya.

Di sisi lain, Ketua DPR, Setya Novanto mengatakan, DPR mengapresiasi pemerintaan Jokowi-JK yang dengan cepat menyelesaikan RAPBNP 2015 dan menyerahkannya kepada pimpinan DPR.

"Kepada Menteri Keuangan, Pak Bambang yang betul-betul yang biasanya menunggu, tapi beliau pada hari ini menyerahkan RAPBNP 2015," kata Novanto.

Menurutnya, waktu untuk pembahasan RAPBN-P 2015 ini sangat singkat. Sehingga, DPR bisa langsung membahas hal tersebut pada masa sidang kedua untuk kemudian disahkan.

"Ini hal yang sangat mendasar dan penting apalagi defisit anggaran 2,21% akan diturunkan menjadi 1,9% jadi ada harapan baru," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
APBN Defisit Rp104,2...
APBN Defisit Rp104,2 Triliun per Maret 2025
APBN Kuartal I 2025...
APBN Kuartal I 2025 Tetap Terjaga
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
22 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved