Pemerintah Didesak Ubah Alokasi Anggaran Elpiji 3 Kg

Minggu, 11 Januari 2015 - 22:50 WIB
Pemerintah Didesak Ubah...
Pemerintah Didesak Ubah Alokasi Anggaran Elpiji 3 Kg
A A A
JAKARTA - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) meminta pemerintah dan DPR mengubah penetapan alokasi anggaran elpiji 3 kg tidak menggunakan kuota, namun dengan bentuk total nominal besaran subsidi per tahun.

Direktur Puskepi Sofyano Zakaria mengatakan, penetapan kuota selalu menimbulkan masalah ketika kuota terlampaui saat tutup tahun.

Hal itu, lanjut Sofyano, sangat berisiko menimbulkan gejolak suplai ketika belum adanya kesepakatan penambahan kuota.

"Selama belum ada kejelasan peraturan tentang pengguna elpiji 3 kg. Maka pemerintah harus memikirkan jika kuota subsidi bisa bukan hanya sebagai kuota volume, tapi volume boleh lebih selama nilai subsidi belum terlampaui," kata dia di Jakarta, Minggu (11/1/2015).

Menurutnya, pemerintah dan DPR seharusnya memahami bahwa logikanya subsidi merupakan bantuan. Dengan demikian, seharusnya bantuan tidak lebih besar dari nilai yang dibantu atau yang disubsidi.

"Karenanya sebaiknya pemerintah dan DPR RI berkomitmen dan sepakat bahwa harusnya subsidi tidak lebih besar dari harga beli masyarakat atas produk gas yang disubsidi," jelasnya.

Apabila pemerintah bermaksud menekan besaran subsidi elpiji 3 kg, sebaiknya pemerintah menetapkan kebijakan yang sama dengan subsidi bahan BBM jenis solar dengan subsidi tetap (fixed subsidi).

"Namun begitu, pemerintah harus sejak dini melakukan sosialisasi agar dapat diterima masyarakat," kata dia.

Sofyano membeberkan, sejak dilakukannya konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg pada 2007-2014, pemerintah sudah berhasil menghemat subsidi sekitar Rp164,7 triliun.

Biaya konversi sendiri menggunakan anggaran sebesar Rp13,2 triliun, sehingga net penghematan bagi pemerintah sekitar Rp151,4 triliun.

"Sementara besaran subsidi untuk gas tabung tiga kilogram per tahun sekitar Rp40 triliun sampai Rp50 triliun," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
12 menit yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
27 menit yang lalu
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
1 jam yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
2 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
2 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved