BKPM: Tujuh Investor Siap Investasi Rp7 T Tahun Ini
Senin, 12 Januari 2015 - 13:34 WIB
BKPM: Tujuh Investor Siap Investasi Rp7 T Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, ada tujuh investor yang siap menggelontorkan dananya untuk berinvestasi di Indonesia tahun ini.
Deputi BKPM Bidang Promosi Investasi Himawan Hariyoga mengungkapkan, investor tersebut dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
Dia mengatakan, dari tujuh investor tersebut, enam di antaranya adalah PMA dan hanya satu PMDN.
"Ada tujuh investor, PMDN-nya satu, yang enam PMA. Nilai totalnya mencapai USUSD558 juta (sekitar Rp7 triliun, kurs Rp12.549/USD)," ujarnya di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (12/1/2015).
Kemudian dia menjelaskan, untuk investasi PMA berasal dari beberapa negeri seperti British Virgin Island, Australia, Amerika Serikat, Singapura, Belanda, dan gabungan beberapa negara.
"Kalau yang gabungan beberapa negara itu yang bahan baku serat rayon berbahan baku pulp. Kalau yang PMDN-nya itu industri tepung dan pemanis," jelas Himawan.
Menurutnya, dengan masuknya tujuh investasi ini, diperkirakan akan ada banyak tenaga kerja yang terserap, sehingga mampu mengurangi tingkat pengangguran di dalam negeri.
"Ini diperkirakan akan mampu menyerap 40 ribu tenaga kerja," pungkasnya.
Deputi BKPM Bidang Promosi Investasi Himawan Hariyoga mengungkapkan, investor tersebut dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
Dia mengatakan, dari tujuh investor tersebut, enam di antaranya adalah PMA dan hanya satu PMDN.
"Ada tujuh investor, PMDN-nya satu, yang enam PMA. Nilai totalnya mencapai USUSD558 juta (sekitar Rp7 triliun, kurs Rp12.549/USD)," ujarnya di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (12/1/2015).
Kemudian dia menjelaskan, untuk investasi PMA berasal dari beberapa negeri seperti British Virgin Island, Australia, Amerika Serikat, Singapura, Belanda, dan gabungan beberapa negara.
"Kalau yang gabungan beberapa negara itu yang bahan baku serat rayon berbahan baku pulp. Kalau yang PMDN-nya itu industri tepung dan pemanis," jelas Himawan.
Menurutnya, dengan masuknya tujuh investasi ini, diperkirakan akan ada banyak tenaga kerja yang terserap, sehingga mampu mengurangi tingkat pengangguran di dalam negeri.
"Ini diperkirakan akan mampu menyerap 40 ribu tenaga kerja," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :